Punya Penghasilan Miliaran dengan Bermain E-Sports

Nggak hanya atlet sepakbola saja yang punya penghasilan besar, sekarang pemain E-Sport juga menghasilkan miliaran rupiah, lho. Ayo simak.

Siapa bilang hanya atlet sepak bola yang bisa punya penghasilan miliaran rupiah? Di zaman teknologi ini, ternyata jadi atlet video game kompetitif atau e-sports juga bisa sukses dan kaya raya.

Lihat saja Peter Dager alias ‘ppd’, pemain profesional DOTA 2 dan kapten dari tim Evil Geniuses. Bermodalkan latihan DOTA 2 setiap hari, dia sudah meraup lebih dari 2,6 juta dolar Amerika atau 33 miliar Rupiah selama karirnya. Mau tahu kenapa seorang gamer bisa jadi miliarder? Ayo simak, artikelnya!

Menanjaknya popularitas e-Sports dan generasi gamers

E-sportsSumber: artubr

Saat ini, profesi professional gamers menjadi relevan berkat meningkatnya popularitas video game dan populasi pemain video game. Percaya atau nggak, electronic sports (e-sports) sebenarnya sudah ada sejak tahun 90an.

Pada awalnya, e-Sports hanya mencakup game dengan mode multiplayer, seperti game fighting (misalnya Tekken dan Street Fighter) dan RTS (real time strategy) games. Namun dengan munculnya permainan seperti DOTA yang dirancang sebagai game kompetitif, popularitas e-Sports pun meroket dalam 6 tahun terakhir.

Dengan popularitas ini, semakin banyak perusahaan yang ingin menyelenggarakan dan mensponsori turnamen gaming. Hadiah yang ditawarkan untuk pemenang turnamen e-Sports juga semakin besar, lho.

Turnamen e-Sports dengan total hadiah puluhan juta dolar

E-sportsSumber: Ihileath

Kalau kamu seorang gamer profesional, maka turnamen e-Sports adalah sumber terbesar pendapatanmu. Turnamen yang tersedia mulai dari turnamen lokal berskala kecil hingga turnamen berskala internasional yang disorot media-media dunia.

Salah satu turnamen DOTA 2 yang paling disorot tahun ini adalah International 2016. Dengan total hadiah 20 juta dolar Amerika bagi 16 tim pemenang, siapa yang nggak tergiur? Juara 1, tim Wings Gaming dari China berhasil memenangkan 9 juta dolar. Sementara itu, juara 2 dan 3, tim Amerika Digital Chaos dan Evil Geniuses membawa pulang 3 juta dan 2 juta dolar. Bahkan tetangga kita dari Malaysia, tim Fnatic berhasil mengamankan posisi ke-4 dengan 1,4 juta dolar.

Minimal 10 jam sehari di depan layar komputer

E-sportsSumber: artubr

Gamer profesional memang terdengar seperti pekerjaan yang gampang. Tinggal duduk di depan komputer sambil main game dan makan snack. Tapi, tahu nggak kalau rata-rata gamer profesional harus melatih kemampuan taktis dan kerjasama mereka 8-10 jam setiap harinya. Dalam DOTA 2, selain melatih ketangkasan dalam micro management karakter, seorang gamer profesional juga harus mengerti taktik dan membaca keadaan arena.

Tentu saja nggak semua orang bisa langsung ikut turnamen-turnamen internasional dengan begitu saja. Mereka juga perlu mengasah keahlian dan membuktikannya sebelum bisa bergabung dengan berkompetisi di tim-tim besar.

Dukungan setia para fans

E-sportsSumber: artubr

Atlet e-Sports juga mempunyai banyak fans, lho! Yang namanya fans, tentu saja mereka mau melihat sepak terjang idola mereka. Di sinilah para gamer profesional dapat menghasilkan penghasilan tambahan.

Seringkali para gamer profesional DOTA 2 melakukan live streaming di twitch ketika mereka sedang berlatih. Hal ini merupakan bentuk hiburan tambahan bagi fans ataupun para pemain lain yang ingin belajar. Di lain sisi, para pemirsa live streaming tersebut dapat memberikan donasi melalui fitur subscribe. Donasi-donasi inilah yang kemudian menjadi ‘bonus’ untuk para pemain.

Baca juga: 4 Video Game Unik yang Mungkin Belum Kamu Tahu


Apakah kamu tertarik menjadi seorang gamer profesional? Kalau kamu punya bakat di dalam game RTS, fighting game, atau game kompetitif lainnya, mungkin e-Sports bisa menjadi karir alternatif untukmu.

Jangan lupa, untuk menjadi pemain e-Sports yang handal kamu memerlukan perlengkapan PC dengan kualitas yang mumpuni! Dengan PC yang canggih, tentu permainanmu akan semakin oke!

Categorised in: ,

This post was written by Maximilian Marcel Surjadi