Pria Nakal Wajib Baca, Ini Pro dan Kontra Menonton Film Dewasa

Penting: Artikel ini nggak menganjurkan ataupun melarang kamu untuk menonton film dewasa. Kami hanya memberikan informasi.

Setiap pria dewasa, sengaja maupun nggak, pasti pernah menonton film dewasa (ahem!). Apalagi, dengan adanya perkembangan internet yang pesat telah membuat akses terhadap film dewasa semakin mudah.

Ada yang menganggap film dewasa melanggar norma masyarakat sehingga harus dihindari. Di sisi lain, sebagian pria memiliki anggapan bahwa tontonan dewasa itu baik untuk kesehatan mereka.

Yang bener? Yuk kita simak ulasannya.

Penting: Artikel ini nggak menganjurkan ataupun melarang kamu untuk menonton film dewasa. Melainkan, artikel ini ditujukan untuk memberi informasi dan mengingatkan kamu tentang manfaat dan juga dampak buruk dari menonton tontonan dewasa.

Manfaat menonton film dewasa

Manfaat menonton film dewasa

Sumber: Khawaja Daud
 

 

Kesehatan jiwa

Tontonan dewasa bisa bantu mengurangi stres dan membuat kebugaran tubuh dan pertumbuhan jiwa lebih baik. Beberapa orang juga beranggapan bahwa kepuasan seksual mereka meningkat setelah menonton film dewasa.

Ditambah lagi, para ahli juga nggak menemukan hubungan antara menonton tontonan dewasa dengan gangguan kesehatan. Lega deh.

Eksplorasi diri

Film dewasa memberikan kesempatan bagi kamu untuk bereksplorasi tentang apa yang kamu sukai secara seksual. Apa yang merangsang dan apa yang membuat kamu jijik, tanpa harus melakukan praktek sebenarnya.

Dengan menonton, kamu juga akan memahami diri kamu lebih dalam secara seksual.

Sumber pembelajaran

Film dewasa dapat menjadi sumber gairah bagi pasangan. Jika sedang bosan atau hubungan nggak mesra, menonton video ber-genre itu bersama-sama mungkin dapat membantu.

Posisi atau ‘teknik’ baru yang dilihat dari tontonan dewasa dapat menambahkan percikan gairah terhadap kehidupan seksual dan romantis dengan pasangan. Yay!

Pelepasan nafsu

Tontonan dewasa dapat menjadi solusi untuk melepas nafsu seksual karena menahan nafsu seksual nggak sehat secara jiwa dan raga. Jadi, dengan mencurahkan nafsu dan energi melalui film dewasa, seseorang akan mampu mengurangi pikiran yang negatif.

Selain itu, setelah nafsu seksual terpuaskan, kamu dapat kembali lagi fokus ke aktivitas sehari-hari.

Dampak buruk menonton film dewasa

dampak buruk nonton film dewasa, nanti kecanduan

Sumber: HuffingtonPost
 

 

Bisa menjadi kebiasaan buruk

Hati-hati, segala hal yang dilakukan berlebihan itu nggak bagus, termasuk tontonan dewasa. Jangan sampai kamu lupa diri dan menonton terlalu sering, atau bahkan, menonton di tempat yang salah!

Lalu, terlalu sering menonton tontonan dewasa juga bisa membuat kamu kehilangan rasa seru dan nafsu ketika berhadapan dengan skenario yang asli. Bubar deh.

Produktivitas terganggu

Semakin sering kamu menonton film dewasa, maka semakin tinggi kemungkinan produktivitas kamu terganggu. Menonton adegan ‘panas’ biasanya akan menimbulkan bayang-bayang pada waktu yang nggak tepat, sehingga bisa mengganggu aktivitas kamu sehari-hari.

Objektivitas terhadap wanita

Hampir sebagian besar film-film dewasa menggambarkan perempuan sebagai objek seksual. Nggak jarang karakter perempuan dalam tontonan dewasa adalah sosok yang tampak selalu menikmati atau menginginkan aktivitas seksual.

Hal tersebut dapat menimbulkan pandangan universal bagi penonton bahwa sebagian besar perempuan merasa seperti itu, padahal enggak benar! Semua adegan itu hanyalah akting saja!

Kesimpulan

kesimpulan diambil sendiri ya

Sumber: William Austin King
 

Bagaimanapun, semua kembali ke pribadi masing-masing. Menonton tontonan dewasa memiliki manfaat dan dampak buruk tersendiri.

Di satu sisi, tontonan dewasa bisa dijadikan sebagai sarana edukasi, tetapi bisa juga membuat kamu lebih sehat secara seksual. Di sisi lain, bisa membuat kamu kecanduan dan mengurangi produktivitas.

Kunci utamanya adalah membatasi diri dan menonton sewajarnya. Jika merasa butuh, kamu bisa menonton secukupnya.

Baca juga: Internet Nggak Cuma Buat Yang Aneh-Aneh, Ini Channel YouTube Buat Tambah Pintar
Sumber gambar utama: Frank Kobola

Categorised in: , ,

This post was written by Tommy Prayoga