5 Hal Ini harusnya Bikin Kamu Lebih Bersyukur dengan Hidupmu Sekarang

Cukup makan, punya tempat tinggal, punya pekerjaan, fisik sehat, masih merasa kurang? Mungkin memang kamu kurang bersyukur aja.

Setiap hari bangun tidur dengan perasaan sehat, berangkat kerja dengan mobil jadul yang tetap kelihatan keren, tiap bulan dapat gaji, selalu bisa makan apapun yang kamu inginkan, hidup yang lengkap bukan? Memang manusia selalu punya target yang ingin dikejar. Tapi kadang, begitu suksesnya kita sampai kita lupa bahwa apa yang sudah kita miliki, bisa saja lebih banyak daripada yang dimiliki orang kebanyakan. Kurang bersyukur intinya. Coba bandingkan kehidupanmu dengan beberapa situasi berikut.

A photo posted by etey (@sthertuhumury) on

Lampu Merah Penuh Pengamen dan Anak Jalanan

Terpaksa mengamen, berada di jalanan dan lampu merah sepanjang waktu seakan tak punya rumah untuk pulang. Bagi pemerintah, mereka adalah masalah sosial yang perlu diatasi. Karena sejatinya memang, mereka harusnya nggak ngamen di lampu merah dan punya rumah untuk selalu pulang. Bandingkan dengan diri kamu, yang yang meski merantau masih punya kos untuk pulang. Mereka nggak seberuntung kamu.

Makanya, kalau punya rejeki lebih jangan lupa berbagi dengan mereka yang sering kamu temukan di lampu merah. Tapi yang pasti, jangan beri uang. Beri makanan yang memang jelas layak makanan, bukan sisa bekal yang nggak habis pas tadi makan siang. Itulah intinya yang intinya orang yang mapan dan punya pekerjaan, agar bisa membuat hidupmu dan hidup orang lain lebih baik untuk saat ini, maupun di kemudian hari.

A photo posted by Ricko Wisuta (@ricko_wisuta) on

Anak Kecil yang Jadi Ojek Payung di saat Hujan

Nggak cuma laki-laki, kayaknya perempuan juga ada yang malas bawa payung karena repot dimasukkan ke dalam tas. Ujung-ujungnya kita berharap ada ojek payung yang bisa mengantar dari shelter TransJakarta ke pusat perbelanjaan di ujung jalan untuk cari bomber jacket yang bisa bikin kamu lebih hangat di musim hujan kayak gini.

A photo posted by aia_dapok (@aia_dapok2) on

Tapi, nggak mudah jadi ojek payung. Daya tahan tubuh harus sangat kuat untuk bisa kesana-kemari di bawah hujan, sementara payung yang kita punya kita sewakan ke orang lain. Memang, ini bukan pekerjaan serius. Tapi bagi anak-anak yang suka jadi ojek payung ini, mereka bisa punya uang saku tambahan. Nggak semua orang punya masa kecil yang menyenangkan kan? Makanya kalau menggunakan jasa mereka nanti, nggak ada salahnya ajak mereka juga ada di bawah satu payung dengan kita.

Ragam Cerita dari Supir Taksi

Bila kamu adalah pengguna taksi secara reguler, pasti selalu menemukan nggak sedikit supir taksi yang suka berbagi cerita dengan penumpangnya. Jangan malas dengar cerita mereka, biasanya dari cerita-cerita inilah kita kadang mendengar langsung kisah kerasnya hidup. Ada 1000 lebih supir taksi di Ibukota, maka ada 1000 lebih cerita juga yang bisa kita dapatkan.

Baca Juga: Naik Taksi sekarang bisa Dapat Diskon!

Masih ingat kan dengan cerita supir taksi yang pasang foto anaknya di stir mobilnya? Ketika ditanya, biar lebih semangat cari uang untuk makan di KFC minggu depan saat anaknya berulang tahun. Mungkin sudah saatnya kamu juga butuh penyemangat untuk lebih tekun bekerja. Karena mencari nafkah itu nggak mudah.

Topeng Monyet

Nggak sedikit orang yang protes tentang keberadaan topeng monyet maupun sirkus yang sering digelar di mana-mana. Itu sama aja kayak menyiksa hewan, katanya. Nggak jarang hewan-hewan ini harus dilatih dengan disiplin keras agar bisa melakukan aksi sesuai perintah pelatih atau pemiliknya. Kalau nggak sesuai dengan apa yang pemiliknya mau, bisa disiksa atau bahkan nggak dapat jatah makan nantinya.

Kalau kamu punya peliharaan di rumah, entah itu kucing, anjing, kura-kura, atau burung, pastinya kamu memelihara mereka bukan buat dilatih dengan cara disiksa, kan? Berkaca dari apa yang terjadi di kasus topeng monyet di mana sang monyet harus diikat lehernya agar bisa melakukan trik-trik menghibur, seharusnya bisa bikin kamu lebih sadar untuk nggak menyiksa hewan peliharaanmu kalau mereka melakukan kesalahan. Kalau buang airnya sembarangan, ya terus diajari, jangan dipukul dan dimarahi tanpa henti.

A photo posted by Liya Mogu MoGu (@liyamogu) on

Hal lain yang bisa diambil dari topeng monyet ini adalah bahwa monyet aja mau rela bekerja keras demi pundi-pundi untuk sang pemilik. Dia kerja untuk orang lain, sedangkan hasil yang didapat untuk dirinya sendiri bisa dibilang sangat sedikit. Mungkin kalau monyet bisa bilang, “ya mau gimana lagi.” Ambil pelajaran dari sini.

A photo posted by Dahsyat Musik (@dahsyat.musik) on

Komedian yang Mempermalukan Diri Sendiri di Acara Televisi

Beberapa tahun terakhir, banyak siaran televisi lokal yang berjenis komedi, namun mendapatkan elemen komedinya dengan mencemooh sesama pemeran. Melakukan aksi-aksi mendorong hingga terjatuh atau apapun itu yang bisa mempermalukan pemeran lainnya, jadi semacam dianggap sah-sah aja.

A photo posted by Dahsyat Musik (@dahsyat.musik) on

Mencemooh kondisi fisik atau memanggil dengan nama-nama khusus yang kedengarannya sekilas lucu, padahal sebenarnya merendahkan orang yang dipanggil juga jadi terlihat biasa aja. Bayangkan gimana keluarganya di rumah melihat bapak, ibu, atau anaknya sendiri dipermalukan seperti itu demi mengais rejeki di layar televisi.

Baca Juga: 7 Aktris yang Punya Akting Keren untuk Perfilman Indonesia

Tapi untuk artis baru, mereka rela melakukannya atas nama itu semua cuma akting saat memberi penjelasan kepada keluarganya di rumah atau bahkan di kampung. Pastinnya, ada cara lain yang lebih bijak dan pintar untuk memancing orang tertawa. Berkaca dari orang-orang seperti ini, sebaiknya kamu bersyukur nggak perlu mempermaluka diri di depan orang lain demi mengumpulkan pundi-pundi sehari-hari.

Setiap kamu kesal dan merasa serba nggak cukup kehidupannya, inget aja deretan situasi di atas. Bersyukurlah.

Categorised in: , ,

This post was written by Kak Moza