5 Film Inspirasional Yang Bikin Kamu Sayang Keluarga

Kamu cukup duduk santai, siapin popcorn sama soda di depan layar TV, lalu tonton film yang bisa membuka mata kamu betapa penting keluarga dalam hidup kita.

Banyak cara buat belajar memaknai hidup. Bahkan film pun bisa ngajarin kamu hal-hal positif. Termasuk belajar pentingnya arti sebuah keluarga dalam hidup kamu. Nggak semua orang beruntung punya keluarga yang harmonis, makanya kamu haru selalu bersyukur ya! Bingung musti gimana supaya bisa lebih bersyukur?Nggak usah khawatir, ada cara paling seru buat belajar bagaimana membuat lingkungan keluarga yang kompak, saling support dan bahagia, dan pastinya bisa buat kamu lebih menghargai keluarga kamu, yaitu dengan nonton film inspirasional berikut bareng-bareng sama seluruh anggota keluarga kamu. Selain kamu sekeluarga bisa nangkep isi pesan yang mau disampein film ini, kebersamaan kalian saat nonton film ini juga bisa jadi salah satu faktor yang bisa ngedukung keluarga kamu makin kompak.

Baca juga: 10 Film Bioskop yang Wajib Kamu Tunggu di Penghujung Tahun 2016

Life is Beautiful (La Vita e Bella)

via GIPHY

Guido Orefice, pemuda dari kalangan biasa, jatuh cinta dengan Dora yang berasal dari keluarga kaya. Mereka pun menikah dan punya seorang anak bernama Giosue. Pada ulang tahun Giosue ke-5, Perang Dunia II pecah, dan Jerman masuk ke Italia, yang berujung pada dimasukkannya Guido dan Giosue di kamp Yahudi. Dora berada di kamp perempuan pada sisi lain. Guido berusaha menggunakan imajinasinya untuk menyelamatkan keluarganya di kamp konsentrasi Nazi.

Pelajaran dari film ini:

Kemesraan hubungan Guido dan Dora sebagai ortu bisa menjadi contoh untuk anaknya. Karena anak akan selalu niru perilaku ortunya dan bakal ngelakuin hal yang sama saat mereka dewasa dan nikah nanti. Suasana “nyaman” yang diciptain dalam keluarga bisa bikin semua anggota keluarga jadi nyaman dan saling ngelindungin satu sama lain.

Charlie and The Chocolate Factory

via GIPHY

Charlie adalah anak miskin yang jujur. Dia memenangkan satu dari lima tiket untuk kesempatan tour di pabrik pembuat coklat paling lezat milik Willie Wonka. Empat pemenang lainnya adalah anak-anak nakal dan manja. Mereka tidak tau kalo Willie sebenernya lagi nguji mereka satu persatu. Dan Charlie yang hidupnya selalu susah itu jadi pemenangnya, Willie memberikan dua pilihan buat Charlie: pabrik cokelatnya atau keluarga.

Pelajaran dari film ini:

Kamu sekeluarga akan paham betapa pentingnya keluarga, dan hidup nggak akan berarti kecuali berada di tengah keluarga. Selain itu, nggak ada yang nggak mungkin untuk diwujudkan, selama ada peluang dan keinginan ditambah support dari orang yang kita sayang.

The Pursuit of Happiness

via GIPHY

Beban hidup Chris Gardner makin berat setelah dia ditinggal istrinya dan harus ngurusin anaknya sendirian. Demi dapet duit, dia ngandelin komisi lewat jualan produk alat-alat kesehatan ke rumah sakit. Komitmennya sebagai orangtua yang penuh cinta dan selalu peduli membuat dia nggak merasa terbebani oleh hadirnya anak. Malah kegigihan dia membuat Gardner jadi broker saham yang sukses. Anaknya juga ngambil posisi sebagai penyemangat yang terus membantu Gardner mengatasi hambatan dan mencapai harapan.

Pelajaran dari film ini:

Mencontoh kegigihan dan kebaikan ortu dalam menghadapi rintangan tanpa lelah adalah keharusan buat anak. Kegigihan Gardner sampe akhirnya bisa sukses bisa jadi contoh buat semua anggota keluarga biar nggak gampang nyerah dalam hidup.

Mary Poppins

via GIPHY

Film ini cocok kamu tonton bareng-bareng sama keluarga di akhir pekan. Nggak hanya bakal bikin suasana rumah jadi ceria, tapi juga banyak pelajaran hidup buat keluarga yang bisa kamu dapetin. Mary Poppins adalah seorang nanny yang membantu keluarga Banks. Banyak petuah-petuah yang dia ajarin buat anak-anak dari keluarga Banks. Dan apa yang Mary Poppins ajarin ini banyak berguna juga buat kamu dan keluarga kamu.

Pelajaran dari film ini:

Kadang setiap anggota keluarga malas melakukan pekerjaan rumah sederhana. Padahal pekerjaan apa pun bisa kamu kelarin dengan perasaan senang. Ini bisa melekat di hati siapa pun. Kalau kamu ngerasa nggak enjoy ngerjain sesuatu, kamu perlu belajar menyenangi apa yang kamu kerjain.

Mrs. Doubtfire

via GIPHY

Daniel Hillard yang kerjanya ngisi suara film kartun suatu hari jobless karena udah nggak sejalan sama tempat kerjanya. Ditambah lagi, istrinya ninggalin dia karena Daniel dianggap bukan seorang ayah yang ideal dan ngebawa semua anak-anaknya. Daniel juga kehilangan hak asuh anak. Tapi Daniel nggak hilang akal, dia nyamar jadi Mrs. Doubtfire, nanny asal Skotlandia. Penyamarannya berhasil sampe nggak ada yang bisa ngenalin kalo dia adalah Daniel. Di situlah Daniel belajar tips jadi orangtua yang ideal buat anak-anaknya sambil ngejalanin perannya jadi nanny.

Pelajaran dari film ini:

Baik kamu dan keluarga kamu bisa belajar bahwa kadang kita baru merasa pentingnya sebuah keluarga ketika kita berpisah dari mereka. Kita perlu keutuhan dan kekompakan keluarga buat saling support.

Gimana pun juga, keluarga adalah orang terdekat yang bisa membantu kita dikala susah. Belajar nilai-nilai keluarga bisa mengajak setiap anggota keluarga kamu jadi lebih dekat dan saling membantu.

Categorised in: , , ,

This post was written by Kak Moza