• Home
  • >
  • Male
  • >
  • Fashion
  • >
  • Lewat Batik Anies Simbolkan Diri Bak Raja yang Baru Naik Tahta

Lewat Batik Anies Simbolkan Diri Bak Raja yang Baru Naik Tahta

Hanya di Indonesia, motif batik punya sejarah panjang dan kriteria pemakaian yang maknanya begitu dalam. Coba cari tahu simbol batik Anies.

Sebagai kepala daerah baru, Anies Baswedan memang akan sering menemui Presiden Jokowi. Dan posisi politik keduanya menjadikan kapan pun pertemuan mereka seakan membawa makna tertentu. Seperti baru-baru ini. Internet cukup jeli melihat kesukaan Anies menggunakan batik motif Parang. Sebagai pemimpin daerah, juga politikus yang mahir bermain simbolisme, tentu tiap langkah Anies akan dianggap siapa pun mempunyai makna tertentu. Susahnya jadi politikus begitu sih.

Kesukaan Anies akan batik motif Parang ini bisa dilihat dengan beberapa pemaknaan. Karena motif Parang sendiri adalah salah satu motif batik tertua, motif ini memang punya makna khusus. Kemenangan Anies yang kontroversial di pilkada DKI Jakarta lalu akan membuntutinya dengan banyak sekali pembuktian. Khususnya soal janji-janjinya selama masa kampanye. Dan motif batik Parang yang sering ia kenakan, mungkin melambangkan komitmennya untuk mewujudkan semua janji-janjinya itu. Apa arti motif Parang Barong yang dikenakan Anies?

Menggambarkan kekuasaan seorang raja

Motif Parang Barong hanya boleh dipakai seorang raja. Dulu sih nggak boleh dipakai orang sembarangan. Walau begitu, makna motif ini nggak hilang meski batik dipakai di era modern. Meski Anies sendiri mengatakan jangan terlalu dianalisa, nantinya bisa over-analyzed, mungkin saat memilih motif ini dia harus memikirkan maknanya juga. Ia baru menjabat sebagai kepala daerah, jadi pemilihan motif Parang Barong mau tak mau punya pemaknaan yang cukup sensitif.

Tak pernah menyerah

Anies adalah salah satu sosok perubahan. Ia punya beberapa inisiatif yang diterima bagus dalam dunia pendidikan. Sekarang menjabat kepala daerah, padahal sebelumnya diberhentikan dari jabatannya sebagai menteri. Cukup menyiratkan bahwa ia gigih dalam tiap usahanya.

Memperbaiki diri

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

Khususnya dalam memperjuangkan kesejahteraan, atau pertalian keluarga. Dalam posisi Anies sekarang, dua hal ini punya agenda penting. Terlebih setelah pilkada lalu cukup membagi DKI Jakarta ke dalam dua kubu yang sama-sama panas.

Penghormatan, cita-cita, kesetiaan

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

Nilai-nilai agung yang harus selalu diingat seorang pemimpin. Makna ini pun nampak menjadi pengingat bagi Anies akan posisi pemerintahan yang ia pegang sekarang. Setia pada tugas dan kewajiban, tapi juga sadar dan hormat sebagai manusia yang kecil di hadapan Pencipta.

Baca juga: Belum Indonesia banget, kalau belum lakukan 5 hal ini soal gaya.

Selalu hati-hati dan dapat mengendalikan diri

Dengan harapan Jakarta di pundaknya, seorang pemimpin memang harus penuh kendali. Mungkin Anies sekaligus ingin mengatakan bahwa ia akan selalu hati-hati dan tak emosian (bisa mengendalikan diri)? Ingat dengan seseorang?

Baca jugaSurjan bisa jadi pengganti cardigan, baca tipsnya.

Kalau Anies pakai Parang, Jokowi pakai motif Gunungan. Simbol penangkal bala, sekaligus penguasa Alam Semesta. Pertemuan si raja baru dengan penguasa alam semesta, yang pastinya lebih tinggi. Apapun itu, kalau memang semua orang punya tujuan sama yaitu kesejahteraan dan kemaslahatan umat, kenapa perlu berdiri di pihak yang berbeda?

image: setgab

Categorised in: , ,

This post was written by Kak Moza