• Home
  • >
  • Male
  • >
  • Hobbies
  • >
  • Dalam 6 Tahun Terakhir, Game Indie Populer Ini Telah Mengubah Dunia Gaming

Dalam 6 Tahun Terakhir, Game Indie Populer Ini Telah Mengubah Dunia Gaming

Developer indie telah lama berjuang untuk mendapatkan perhatian publik. Lalu, seperti apa perjalanan dan popularitas game indie dalam 6 tahun ini?

Developer besar biasanya menciptakan video game berdasarkan format yang sudah terbukti berhasil di pasaran. Sisi positifnya, mereka bisa terus mengembangkan format permainan hingga sempurna. Sisi negatifnya, format permainan yang sama dapat membuat gamers merasa jenuh. Di sinilah video game indie menunjukkan daya tariknya.

Berbeda dengan developer besar yang menghindari resiko kerugian, developer indie umumnya mengembangkan video game tanpa takut mengalami kerugian. Pada satu sisi, nggak semua video game indie memiliki gameplay solid yang sukses. Tetapi, di sisi lain ada sejumlah game indie yang revolusioner dan menjadi amat populer.

Mari kita simak sepak terjang industri game indie dan popularitasnya dalam 6 tahun terakhir.

game indie 6 tahun infografis

Limbo (2010)

game indie limbo 1

Sumber: Playdead

Kenapa gamers mencintainya:

  • Tampilan monochrome yang artistik
  • Puzzle-platformer yang terus berkembang dan membuat gamers memutar otak
  • Jebakan-jebakan brutal yang menggelitik rasa fobia gamers


Rasanya nggak lengkap kalau kita membicarakan game indie tanpa menyebut Limbo. Permainan karya studio Playdead ini diterbitkan pada Juli 2010 dan langsung memikat gamers dengan tampilan artistiknya.

Dalam pengembangan Limbo, Playdead telah menetapkan tiga goals yang harus terlihat pada produk akhir mereka. Pertama adalah estetika dalam video game tanpa perlu menggunakan grafik 3D. Selain itu, estetika Limbo juga harus menimbulkan mood tertentu pada pemainnya. Kedua adalah penggunaan kontrol yang sesederhana mungkin. Ketiga adalah ketiadaan teks dalam video game, sehingga pemain harus menebak dan mempelajari mekanik gameplay sendiri.

game indie limbo 2

Sumber: Playdead

Dari target developer saja, Limbo sudah terlihat akan menjadi game yang nggak umum di masanya. Limbo tampil dengan estetika hitam putih dan grafik 2D yang lancar. Lihat saja bagaimana karakter dalam Limbo menggerakkan tubuh mereka ketika melompat ataupun memanjat. Semuanya terlihat bergerak dengan alami dan membuat permainan semakin immersive.

Dari segi cerita, gamers harus menerjemahkan sendiri jalan cerita permainan ini. Satu-satunya petunjuk yang diberikan secara jelas hanyalah sepotong kalimat, “Nggak yakin dengan nasib saudari perempuannya, seorang anak memasuki LIMBO.”

Dalam dunia “Limbo” ini, pemain harus melewati berbagai rintangan ala puzzle-platformer untuk tujuan yang nggak terucap. Dalam sebagian besar kasus, kegagalan untuk menyelesaikan puzzle akan berakhir dengan kematian si anak.

Pemain mana yang nggak kaget ketika mereka tanpa sengaja menginjak jebakan beruang untuk pertama kalinya atau ditikam oleh salah satu kaki seekor laba-laba raksasa? Sound effect yang menyertai adegan-adegan brutal ini juga dijamin membuat para gamers mengerutkan dahi mereka.

game indie limbo 3

Sumber: Playdead

Kombinasi gameplay mekanik yang sederhana dan estetika latar bernuansa angker membuat banyak kritikus yang menyebut Limbo sebagai ‘karya seni’. Di lain sisi, jalan cerita yang ambigu dan abstrak mendapatkan respon berbeda. Ada yang menganggap Limbo memiliki cerita yang mendalam, namun ada juga yang mengkritik bahwa ini adalah cara malas untuk menciptakan cerita.

Namun, secara keseluruhan game indie ini amatlah dicintai oleh komunitas gamers. Hanya satu bulan setelah terbit, 300.000 copy permainan Limbo sudah terjual. Limbo juga merupakan permainan nomor 3 yang paling banyak terjual di Xbox Live Arcade, dengan total laba sekitar US$ 7,5 juta.

Minecraft (2011)

game indie minecraft

Sumber: Minecraft
Kenapa gamers mencintainya:

  • Dunia sandbox yang dapat mengakomodasi kreativitas setiap gamers
  • Mode-mode permainan yang mendukung setiap tujuan permainan gamers
  • Penggunaan mod yang bebas dan mendukung perkembangan komunitas modding


Mustahil rasanya kalau kalian para gamers belum pernah mendengar soal Minecraft. Bagaimanapun juga, Minecraft merupakan video game PC yang paling banyak terjual dan video game nomor 2 yang paling banyak terjual di seluruh dunia (lebih dari 100 juta copy).

Di permukaan, Minecraft terlihat seperti game konstruksi dimana pemain mengumpulkan balok dan menyusunnya kembali sesuai dengan keinginan. Kesederhanaan grafik dan permainan tersebut amatlah mendukung kreativitas pemain dalam berkreasi.

Kamu dapat melihat Google sekarang juga dan mencari kreasi-kreasi mengagumkan dalam Minecraft. Ada yang membuat wahana bermain raksasa, mereka ulang adegang film King Kong, bahkan membuat kota Minas Tirith dari film Lord of The Ring.

Selain kreasi, Minecraft juga memiliki unsur petualangan dan survival. Sebagai video game survival, Minecraft memiliki mekanik crafting, musuh, dungeon untuk dijelajahi, dan loot yang memperkaya pemain.

Tentu saja, mode permainan dapat disesuaikan dengan tujuan pemain. Terdapat mode creative (pemain memiliki sumber daya tak terbatas) untuk yang ingin berkreasi tanpa gangguan. Ada juga mode survival dan adventure bagi yang ingin berpetualang. Untuk yang ingin tantangan lebih, mode hardcore (profil pemain dihapus ketika kalah) jawabannya.

game indie minecraft 2

Sumber: justleav

Namun, yang paling menarik pemain mungkin mode multiplayer dan komunitas mods (modifikasi) dalam Minecraft. Mods di dalam Minecraft amatlah bebas. Nggak sebatas tekstur dan area custom, tetapi juga mencakup mekanik gameplay.

Mulai dari perlombaan untuk mendaki pulau terbang, membuat roket untuk mencapai bulan, hingga permainan ala Hunger Games dapat ditemui di dalam Minecraft. Semua berkat kerja modders kreatif dan kreator Minecraft, Markus Persson yang mendukung modifikasi dalam permainannya.

Maka dari itu, Minecraft merupakan surga para kreator. Kesederhanaan grafik Minecraft dan mekanik solid juga mempermudah modders serta meminimalisir bugs. Ditambah dengan sistem multiplayer yang mengakomodasi permainan dengan teman, Minecraft memastikan kesenangan maksimal selama bermain.

Pada akhir tahun 2014 sendiri, Microsoft membeli paten Minecraft dari Markus Persson dengan harga US$ 2,5 juta (Sekitar RP 32 miliar). Meskipun sekarang dimiliki oleh perusahaan besar, Minecraft tetap memiliki semua unsur yang membuat permainannya menghibur dan dicintai para gamers.

Five Nights At Freddy’s (2014)

game indie fnaf 1

Kenapa gamers mencintainya:

  • Format dan tema segar dalam genre horor
  • Plot cerita misterius yang hanya dapat diperkirakan melalui petunjuk-petunjuk dalam permainan
  • Sekuel yang terus berdatangan dalam jangka waktu singkat

“Fazbear Entertainment is not responsible for damage to property or person. Upon discovering that damage or death has occurred, a missing person report will be filed within 90 days, or as soon property and premises have been thoroughly cleaned and bleached, and the carpets have been replaced.”

Dalam game indie Five Nights At Freddy’s (FNAF), gamers akan berperan sebagai seorang satpam shift malam di restoran Freddy Fazbear’s Pizza. Sebagai satpam, tugas pemain hanyalah duduk dalam ruang security dan mengawasi keadaan restoran.

Terdengar mudah, bukan? Sayangnya ada satu permasalahan kecil. Animatronics (boneka robot) yang merupakan hiburan favorit anak-anak di siang hari menjadi hidup di malam hari dan siap untuk menghabisi para satpam.

Menurut informasi si supervisor dalam permainan, terdapat kebijakan bahwa setiap staff harus mengenakan kostum. Bila para robot-robot animatronics ini menemukan si satpam (yang nggak berkostum), mereka akan menjejalkan tubuhnya secara paksa ke dalam kostum yang dipenuhi dengan batang logam dan per besi.

Tugas pemain adalah untuk survive selama shift jaga – dari jam 12 malam hingga 6 pagi – dan mengumpulkan gaji di akhir minggu.

Sebagai satpam, pemain memiliki akses untuk menggunakan kamera keamanan yang terpasang di seluruh restoran. Pemain juga dapat menyalakan lampu lorong (yang redup) dan menutup pintu emergency untuk menghalangi laju para animatronics. Tapi, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Semua kegiatan di atas memakan persediaan listrik yang terbatas.

game indie fnaf 2

Sebagai permainan horor, FNAF menawarkan suasana dan tema yang segar. Para Youtuber pun langsung berlomba-lomba mempublikasikan pengalaman mereka dalam game indie yang satu ini. Bahkan, menurut Game Informer, FNAF masuk ke dalam 10 besar video game yang paling banyak ditonton di Youtube.

Yang lebih hebat lagi, FNAF bahkan menginspirasi berbagai video game horor dengan format serupa. Berdasarkan Rock Paper Shotgun ada lebih dari 4.000 video game “five nights parody” dalam berbagai tahap pengembangan. Beberapa judul video game five nights parody yang cukup dikenal adalah One Night At Flumpty’s, Five Nights At Treasure Island, Five Nights At Chum Bucket, dan Five Nights At Candy’s.

Sekuel video game FNAF sendiri diluncurkan hanya 3 bulan setelah peluncuran FNAF. Scott Cawthon – pemilik sekaligus satu-satunya developer yang mengerjakan video game FNAF – nggak berhenti sampai di sana. 4 bulan setelahnya, Five Nights at Freddy’s 3 diterbitkan.

Dalam jangka waktu 2 tahun, dia berhasil mengeluarkan 5 permainan FNAF dan menerbitkan sebuah novel FNAF. Pada tahun 2015 lalu, Warner Bros Pictures mengumumkan bahwa mereka telah memiliki izin dan akan membuat film FNAF.

game indie fnaf 3

Sumber: Five Nights At Freddy’s

Apa sih rahasia kesuksesan seri FNAF sebagai sebuah video game indie? Sampai saat ini banyak gagasan dan argumen mengenai hal tersebut.

Beberapa mengatakan video game horor selalu memberikan pilihan fight or flight. Kalau nggak kabur dari monster, biasanya pemain harus melawan monster dengan sumber daya terbatas. Namun, kedua pilihan tersebut hilang dalam FNAF. Pemain harus diam di kantor security dan hanya bisa berpasrah ketika para animatronics meneror.

Ada juga yang berargumen bahwa kesuksesan FNAF memanfaatkan faktor uncanny valley (rasa takut manusia pada robot atau benda mekanis yang menyerupai makhluk hidup) pada pemain.

Beberapa menunjukkan bahwa FNAF juga menggelitik rasa takut orang dewasa dalam bidang karir. Terutama mengenai bekerja dengan gaji minimum di perusahaan yang nggak peduli akan keselamatan pegawainya.

Banyak juga gamers yang menjadi fans berat gara-gara cerita horor yang tersembunyi di balik permainan ini. Meskipun dari luar FNAF memiliki tema malfungsi animatronics dan perusahaan yang kikir, terdapat petunjuk-petunjuk tentang kisah pembunuh berantai yang menyembunyikan mayat korbannya dalam boneka animatronics.

Apapun rahasianya, Scott Cawthon telah berhasil menciptakan video game indie yang populer dan dicintai gamers.

Undertale (2015)

game indie undertale

Sumber: Cryaotic

Kenapa gamers mencintainya:

  • Grafik retro yang mengingatkan gamers akan RPG tahun 90an
  • Jalan cerita yang berubah sesuai dengan pilihan antara penyelesaian pasifis ataupun agresif
  • Dialog-dialog yang tertulis dengan baik dan memorable
  • Unsur “bullet hell” solid yang terpadu dalam core gameplay

Undertale merupakan contoh permainan RPG indie yang dikembangkan dengan amat baik. Memang, salah satu ancaman video game indie adalah permainan yang kurang sempurna karena minimnya sumber daya dan budget. Namun, Undertale membuktikan bahwa video game indie dapat tampil dengan kualitas maksimum.

Undertale menceritakan tentang seorang anak yang jatuh dan tersadar di dunia bawah tanah. Dunia bawah tanah ini ternyata dipenuhi dengan berbagai monster. Yang lebih gawat, untuk dapat keluar dari dunia bawah tanah ini, si anak harus menghadapi raja para monster.

Dalam game RPG klasik, tentu saja para pemain diharapkan untuk membunuh para monster, meningkatkan LV, dan mengalahkan bos-bos yang menghadang. Tetapi, Undertale menawarkan alternatif lain.

Pemain dapat memutuskan untuk berinteraksi dengan para monster dan mencoba untuk memahami motivasi dan kebutuhan mereka. Alih-alih mengalahkan musuh dengan cara konservatif, pemain dapat berteman dengan para monster dan mengambil jalan pasifis.

game indie undertale 2

Sumber: Cryaotic

Pilihan antara penyelesaian agresif dan pasifis juga dipadukan dengan jalan cerita dan dialog yang diterima pemain. Dengan demikian, pemain dapat merasakan dampak pilihan mereka secara langsung.

Dalam konfrontasi dengan monster, Undertale memberikan mekanik gameplay yang nggak lazim dalam permainan RPG. Alih-alih sistem pertarungan RPG yang tipikal, pemain dihadapkan pada mekanik ala ‘bullet hell’ dimana pemain harus menghindari berbagai proyektil yang bergerak di layar. Detail yang layak di-mention adalah setiap monster memiliki tema stage ‘bullet hell’ tersendiri.

Pemain mana yang bisa lupa dengan konfrontasi Muffet si laba-laba? Pemain harus memanjat jaring yang dipenuhi rintangan, sementara seekor monster ‘cupcake’ mengejar dengan perlahan dari sisi bawah layar. Stage itu berjalan sambil diiringi OST riang berjudul “Spider dance” dan barisan laba-laba yang menari sesuai irama di latar belakang.

game indie undertale 3

Sumber: Cryaotic

Hal lain yang banyak dipuji dari game indie ini adalah dialog-dialog dan event yang memorable. Mulai dari perbincangan konyol Sans dan Papyrus tentang apa yang harus mereka lakukan untuk menangkap pemain, sampai ke monster anjing yang seharusnya menangkap pemain, tapi malah kegirangan ketika dielus dan melupakan tugasnya.

Dari segi grafik, Undertale tampil dengan gaya pixelated retro yang khas dengan video game RPG tahun 90an. Memang berbeda jauh dengan video game developer besar yang mengincar grafik realistis, tetapi art style khas ini malah banyak disukai dan menimbulkan kesan nostalgia pada gamers.

Seluruh hal di atas terpadu secara sempurna dan memberikan pengalaman nggak terlupakan bagi pemainnya. Nggak heran kalau Undertale memiliki tempat spesial di hati para gamers.

No Man’s Sky (2016)

game indie no man's sky 1

Sumber: No Man’s Sky
Apa yang diharapkan gamers:

  • Eksplorasi luar angkasa tanpa batas
  • Eksplorasi planet-planet yang unik, baik dari segi geografi, flora dan fauna, serta kebudayaan dan bahasa.
  • Sensasi lonely akibat luasnya luar angkasa


Pada Juni 2014, akun Youtube Playstation merilis video trailer dari permainan No Man’s Sky. Video gameplay trailer tersebut menunjukkan pemain yang mengeksplorasi lokasi geografis asing dengan berbagai binatang alien – mulai dari binatang yang menyerupai campuran rusa dan domba, hingga sejenis dinosaurus yang menjulang puluhan meter di atas pemain.

Dalam trailer tersebut, pemain juga menemukan semacam pesawat luar angkasa dan langsung menaikinya. Eksplorasi pun berpindah ke angkasa penuh asteroid dimana terjadi dogfight antara sejumlah pesawat luar angkasa.

Dalam waktu singkat video tersebut mendapat jutaan views. Berbagai pihak pun mencoba untuk mewawancarai Hello Studio (developer No Man’s Sky) untuk mencari tahu lebih lanjut lagi tentang video game tersebut. Hasilnya, mereka memberikan laporan mengenai fitur-fitur luar biasa yang mungkin akan muncul dalam permainan.

No Man’s Sky menawarkan permainan eksplorasi yang mencengangkan. 18 quintillion (18 x 1018) planet untuk dijelajahi. Setiap planet unik dan nggak pernah terjamah sebelumnya. Setiap atom, setiap batu, setiap bintang, setiap matahari, setiap galaksi, semuanya berbeda dan nggak ada yang sama.

game indie no man's sky 2

Sumber: No Man’s Sky

Popularitas dan harapan gamers akan No Man’s Sky amatlah luar biasa. Nggak cuma media gaming seperti Kotaku, Rock Paper Shotgun, dan Game Rant yang menyorot video game indie satu ini. Media besar seperti Forbes dan BBC juga menyerukan bahwa No Man’s Sky akan jadi pusat dari spotlight dunia gaming.

Bahkan, No Man’s Sky sudah mendapatkan penghargaan sebelum terbit. Pada acara E3 2014, dewan juri yang terdiri atas jurnalis gaming dari 29 publikasi memberikan No Man’s Sky penghargaan Best Original Games, Best Independent Games, dan Special Commendation for Innovation.

Hari besar untuk video game indie yang satu ini adalah 9 Agustus 2016 ketika ia terbit secara resmi untuk pertama kalinya. Secara mengagumkan, respon gamers akan No Man’s Sky sepenuhnya terbagi dua. Setengah dari gamers menyatakan bahwa mereka menyukai permainan ini. Namun, setengahnya langsung menunjukkan bahwa game ini masih dipenuhi bugs, mahal (US$ 60 atau sekitar Rp 798.000), dan repetitif.

Mulai dari detik tersebut, pamor No Man’s Sky seakan terus menurun. Pada saat artikel ini ditulis, sekitar 51.800 reviewer No Man’s Sky di Steam telah memberikan penilaian negatif.

Apa yang salah? Beberapa orang pemain menunjuk pada pernyataan dari Hello Games yang mengindikasikan fitur multiplayer dalam permainan. Padahal, fitur tersebut sama sekali nggak terlihat ketika No Man’s Sky terbit.

Ada juga kritikus gaming yang mengatakan bahwa No Man’s Sky memiliki popularitas berlebih. Hanya dengan bermodalkan beberapa trailer, tentu core gameplay No Man’s Sky tetap menjadi misteri bagi pasar. Kekosongan informasi ini diisi oleh imajinasi dan idealisme masing-masing gamers. Tanpa adanya patokan ekspektasi yang jelas, No Man’s Sky berubah menjadi permainan idaman setiap gamers.

game indie no man's sky 3

Sumber: No Man’s Sky

Tentu saja, Nggak ada developer manapun yang bisa menaklukkan ekspektasi pasar yang sebesar itu. Hal ini menyebabkan kekecewaan besar dari pasar ketika No Man’s Sky terbit.

No Man’s Sky memang tampil sebagai game eksplorasi dan survival. Namun, kedua unsur tersebut tampaknya malah bekerja secara berlawanan. Pemain memang bisa menjelajahi planet-planet dengan keunikan mereka tersendiri dan juga menjelajahi galaksi yang luas, tetapi unsur survival dalam No Man’s Sky malah menghalangi pemain untuk bereksplorasi secara bebas.

Ada hal-hal seperti bahan bakar dan tingkat oksigen yang harus dipenuhi sebelum pemain dapat melakukan eksplorasi. Untuk memenuhi sumber daya tersebut, pemain harus melakukan kegiatan mining yang bersifat repetitif dan membosankan. Bagi para gamers yang ingin menjelajahi angkasa secara bebas, hal seperti ini membunuh minat dan kesenangan mereka ketika memainkan No Man’s Sky.

Pada akhirnya, No Man’s Sky menjadi pelajaran tersendiri bagi para developer indie mengenai kekuatan massa dan bagaimana mereka dapat mendukung ataupun menghancurkan perkembangan video games.

Honorable mentions

Video game indie memang merupakan industri yang tengah berkembang. Ada ribuan game indie yang beredar, sayangnya nggak semuanya mendapat sorotan publik. Di bawah ini kita akan membahas singkat beberapa game yang cukup populer di kalangan developer indie dan memiliki fandom tersendiri.

Amnesia: The Dark Descent (2010)

game indie amnesia dark descent

Sumber: Amnesia: The Dark Descent

Berbeda dengan video game horor seperti Resident Evil, Silent Hill, ataupun Fatal Frame, Amnesia sama sekali nggak memberikan pilihan untuk melawan. Pilihan pemain ketika menghadapi monster hanyalah sembunyi atau melarikan diri. Kombinasi hal tersebut dengan berbagai kejutan yang disiapkan para developer menjadikan permainan ini semakin mencekam!

Nggak heran kalau di masanya, Amnesia sudah seperti game wajib bagi para Youtuber.

Slender: The Eight Pages (2012)

game indie slender

Sumber: Raedwulf Gamer

Slender merupakan video game horor yang didasarkan tokoh folklore internet bernama sama. Premis Slender amatlah sederhana. Pemain harus berkeliling di sebuah area hutan dan mencari delapan lembar kertas. Namun ingat, jangan bertatapan muka dengan Slenderman – sosok jangkung nggak berwajah – yang menguntit dirimu.

Jouney (2012)

game indie journey

Sumber: That Game Company

Nggak semua game memiliki core gameplay yang menantang reflek jari ataupun pemikiran strategis. Beberapa video game, seperti Journey, memilih untuk memusatkan gameplay mereka untuk memberikan pengalaman tersendiri pada pemainnya.

Dalam Journey pemain akan mengendalikan sosok bertudung yang melakukan perjalanan untuk mencapai sebuah gunung. Alih-alih memberikan rintangan, permainan ini dipenuhi oleh pemandangan-pemandangan yang indah dan musik melodis yang epic.

Papers, Please (2013)

game indie papers please

Sumber: Papers, Please

Siapa yang kebayang untuk membuat video game tentang petugas imigrasi? Jawabannya adalah Lucas Pope yang mengembangkan permainan Papers, Please.

Papers, Please berfokus pada beban konsentrasi dan emosional seorang petugas imigrasi. Surat-surat apa saja yang harus diperiksa? Siapa yang diperbolehkan masuk dan siapa yang akan ditolak? Semua keputusan ada di tangan pemain.

Darkest Dungeon (2016)

game indie darkest dungeon

Sumber: Darkest Dungeon

Dalam video game bergaya gothic ini, pemain akan mengorganisir sekelompok petualang untuk menjelajahi berbagai area penuh bandit, monster, dan makhluk supernatural.

Core gameplay yang membuat permainan ini nggak ada duanya adalah mekanik stress di dalamnya. Semakin jauh kamu berpetualang dan semakin lama kamu bertarung, stress yang diderita kelompokmu akan semakin bertumpuk. Jangan heran kalau kelompokmu sudah tercerai berai – karena perasaan paranoid dan pikiran irasional – lebih dahulu, sebelum dapat sampai ke tujuan akhir.


Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang video games indie yang beredar dan memainkannya, ada banyak media yang bisa kamu kunjungi. Beberapa rekomendasi kami adalah Gamejolt, indie DB, ataupun segmen indie games dari Steam.

Categorised in: , ,

This post was written by Maximilian Marcel Surjadi