7 Film Studio Ghibli yang Wajib Kamu Tonton

Menyambut pameran Studio Ghibli di bulan Agustus nanti, coba deh pantengin Bioskop XXI dan beli tiketnya selama lagi ada filmnya di bioskop.

Hayao Miyazaki dan Isao Takahata emang seperti Walt Disney-nya Jepang. Warna-warna film Studio Ghibli yang khas dan tampak old school ini benar-benar membuat jatuh cinta para pencinta anime. Biasanya, para Ghibli lovers udah tahu mana yang dibuat Hayao Miyazaki dan mana yang dibuat oleh partnernya, Isao Takahata. Sayangnya, Hayao Miyazaki sudah menyatakan pensiun dan belum membuat karya lagi, tapi kabarnya sih, meski masih kasak-kusuk, Spirited Away 2 akan dibuat lho!

Buat kamu yang suka banget sama Ghibli, film-film ini pasti kamu udah hafal luar kepala deh, tapi buat kamu yang belum pernah kenal dengan Ghibli, coba tonton 7 film Ghibli yang banyak banget penggemarnya ini:

1. Spirited Away

via GIPHY

Spirited Away merupakan film produksi Studio Ghibli yang paling terkenal dan termasuk dalam film Jepang terlaris sepanjang sejarah dengan pendapatan 30 miliar yen mengalahkan Titanic. Film ini merupakan satu-satunya film berbahasa non-Inggris yang menyabet Oscar untuk kategori Best Animated Feature pada 2002. Bahkan, dianggap salah satu film animasi terbesar sepanjang masa. Film ini mengisahkan tokoh cilik Chihiro yang berusia 10 tahun dan berusaha menyelamatkan ayahnya dalam dunia arwah. Jika kamu suka Alice in Wonderland, film ini wajib kamu tonton.

2. Ponyo On the Cliff By the Sea


via GIPHY

Film rilisan 2004 ini juga disutradarai Hayao Mizayaki. Ceritanya terinspirasi dari The Little Mermaid karya penulis dongeng paling terkenal asal Denmark, Hans Christian Andersen. Namun, Mizayaki memoles dan menafsirkan ulang. Ceritanya tentang Ponyo, si anak ikan yang tinggal di laut, dan ingin menjadi manusia. Tidak seperti film Mizayaki lainnya, Ponyo On the Cliff By the Sea lebih mudah diikuti dan membuat kamu tetap setiap mengikuti adegan demi adegan film hingga selesai. Ada sisi drama, ketegangan, serta semua elemen cerita yang keren. Tiap adegan digambarkan dengan latar yang sangat indah.

Baca juga: 7 Film Sekuel yang Paling Ditunggu di 2016

3. My Neighbor Totoro


via GIPHY

Film produksi 1988 ini juga merupakan salah satu animasi paling dikenal dari Studio Ghibli. Meski porsi kemunculannya tidak banyak, Totoro, karakter di film ini, menjadi maskot Studio Ghibli dan selalu muncul di opening screen semua film Ghibli. Ceritanya tentang dua bersaudara perempuan; Mei dan Satsuki yang pindah rumah ke dekat hutan tempat tinggal Totoro yang dipercaya sebagai Dewa Hutan. Banyak adegan yang sangat melekat dalam film ini. Contoh saja ketika Totoro dan kedua bersaudara ini kehujanan saat menunggu bis. Atau kedatangan bis kucing raksasa. Cerita di film ini sangatlah bergenre keluarga, dan banyak adegan menggemaskan dalam perjumpaan-perjumpaan Mei, Satsuki, dan Totoro.

4. Howl’s Moving Castle


via GIPHY

Film rilisan 2004 ini diambil dari novel karya penulis Inggris Diana Wynne Jones dengan judul yang sama. Dalam film ini, sutradara Hayao Miyazaki menyisipkan pesan-pesan anti perang. Saat itu, Miyazaki sangat marah melihat keangkuhan Amerika Serikat menginvasi Irak pada 2003. Meski diadaptasi dari novel, Miyazaki mengubah inti cerita dari soal norma-norma gender dan pertentangan antar kelas, menjadi soal cinta, kesetiaan, dan dampak perang yang merusak. Menariknya, cerita ini disampaikan lewat petualangan Sophie dan Howl dengan sebuah rumah berkaki yang bisa berpindah tempat dalam sekejap.

5. The Borrower Arrietty

via GIPHY
Film produksi 2010 ini disutradari Hiromasa Yonebayashi dengan naskah dari Hayao Miyazaki dan Keiko Niwa. The Borrower Arrietty diadaptasi dari novel anak-anak The Borrowers karya Mary Norton. Seperti karya Studi Ghibli lainnya, film ini sangat teliti akan detail-detail kecil. Apalagi tokoh protagonisnya adalah gadis 14 tahun bernama Arriety yang tingginya hanya sekitar 10 sentimeter. Di film ini, diperlihatkan bagaimana keberanian Arrietty, berbeda dengan animasi Amerika Serikat yang jarang menampilkan tokoh wanita. Petualangan Arrietty si manusia kecil ini sangat seru lho, barang-barang rumah tangga yang besar pun jadi seperti raksasa di mata Arrietty.

Baca juga: 4 Film yang Bakal Bikin Perutmu Lapar setelah Selesai Menontonnya

6. Kiki’s Delivery Service


via GIPHY

Film karya Hayao Miyazami tahun 1989 ini mengisahkan seorang penyihir bernama Kiki yang beranjak remaja dan bertualang bersama kucing hitamnya. Kiki’s Delivery Service juga diadaptasi dari novel berjudul sama karya Eiko Kadono. Meski tokoh utamanya adalah seorang penyihir, fokus film ini tidak pada kekuatan magis seorang penyihir melepaskan mantra, tetapi menyorot karakter Kiki bertemu dengan orang-orang baru dan membantu orang lain. Kebaikannya membuat Kiki disukai orang-orang. Film kartun ini juga ada versi orangnya lho.

7. Laputa: Castle in The Sky


via GIPHY

Film yang disutradarai Hayao Miyazaki ini dirilis pada 1986. Kata Laputa (pulau terbang yang dikendalikan penduduknya) disadur dari novel Jonathan Swift berjudul Gullliver’s Travels. Ceritanya tentang gadis yatim bernama Sheeta dikejar-kejar agen sebuah pemerintahan yang jahat dan sekelompok bajak udara. Mereka memburu amulet milik Sheeta. Kalau kamu pernah Googling Museum Ghibli di Jepang, ada robot besar di area rooftop-nya, nah itulah si robot baik hati yang ada di istana terbang itu.

Jika kamu bosan dengan animasi Hollywood, film produksi Studio Ghibli bisa menjadi alternatif. BAda banyak alasan film animasi Studio Ghibli diminati banyak orang. Di antaranya soal pelajaran tentang kehidupan. Di Spirited Away, misalnya. Ketika orang tua Chihiro berubah menjadi babi karena terlalu banyak makan mengajarkan agar manusia tidak serakah. Selain itu, film-film karya Studio Ghibli tampil dengan gambar yang sangat detail terutama untuk pemandangan outdoor-nya. Mulai bulan Juli, akan ada Ponyo lho di Bioskop XXI, lalu akan ada film-film lainnya yang akan tayang per bulan, menyambut pameran Ghibli yang akan diadakan di Jakarta bulan Agustus nanti. Coba cek infonya di http://www.worldofghibli.id/”.

Categorised in: , ,

This post was written by Kak Moza