6 Daerah dengan Tradisi Lebaran yang Unik dan Menjunjung Toleransi

Tradisi lebaran di setiap daerah itu berbeda-beda dan semuanya seru. Ini dia enam yang seru untuk disimak.

Jika tidak pulang kampung dan ingin merasakan liburan lebaran yang seru, kamu bisa menyambangi berbagai daerah di nusantara yang memiliki tradisi unik untuk merayakan Idul Fitri. Di Gorontalo ada tradisi tumbilotohe, di Bengkulu ada tradisi bakar gunung, di Bali ada tradisi ngejot, di Yogyakarta ada tradisi Grebeg Syawal, di Pontianak ada tradisi Meriam Karbit, dan di Lombok, NTB, ada Lebaran Topat.

Tumbilotohe

gorontalo_01
Tiga hari sebelum lebaran, Gorontalo memiliki tradisi Tumbilotohe. Tumbilo dalam bahasa Gorontalo berarti pasang, sedangkan “tohe” bermakna lampu. Jadi, “tumbilotohe” adalah pasang lampu. Tradisi yang sudah ada sejak abad ke-15 ini dilakukan sesudah salat Magrib hingga sebelum Subuh. Jalanan di Gorontalo bakal diterangi cahaya lampu minyak.

Bakar Gunung

bakar gunung
Tradisi bakar gunung di Bengkulu dilakukan dengan membuat gundukan dari batok kelapa lalu dibakar. Tradisi ini biasanya digelar pada malam takbiran setelah salat Isya. Di Bengkulu, trandisi ini sering disebut Ronjok Sayak. Setelah membakar gundukan batok kelapa, warga memberikan makanan ke tetangga dan kerabat.

Baca juga: Nikmati Jakarta Sepi Karena Lebaran dengan 7 Cara

Ngejot

664xauto-ngejot-idul-fitri-dan-harmoni-agama-di-bali-140716a
Menjelang Idul Fitri, umat Muslim di Bali memiliki tradisi Ngejot yaitu memberi makanan ke para tetangga. Makanan yang diberikan biasanya penganan khas lebaran seperti ayam opor serta kue dan buah-buahan. Sebagai balasan, umat Hindu akan memberikan makanan kepada umat Muslim pada Hari Raya Galungan, Nyepi, dan Kuningan.

Grebeg Syawal

Grebeg-Syawal-kebudayaanindonesia
Grebeg Syawal merupakan upacara adat keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang digelar setiap 1 Syawal. Biasanya tradisi ini dilakukan setelah salat Idul Fitri di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Dalam Grebeg Syawal akan ada arakan Gunungan Lanang (tanda kedermawanan Sultan kepada rakyat) yang diperebutkan masyarakat. Gunungan Lanang sendiri adalah aneka hasil bumi yang berbentuk gunung.

Mariam Karbit

festival_meriam_karbit
Warga di sekitar Sungai Kapuas biasa membunyikan meriam karbit setiap malam takbiran. Meriam ini terbuat dari kayu berukuran besar dengan panjang sekitar 6 meter dan berdiameter 50 sentimeter. Tradisi ini kabarnya dimulai ketika Raja Pertama Pontianak Syarif Abdurrahman Alkadrie berupaya mengusir kuntilanak saat membuka lahan di Pontianak dengan cara membunyikan meriam.

Lebaran Topat

Tradisi-Lebaran-Topat-di-Lombok-Barat

Tradisi ini digelar enam hari setelah Idul Fitri di Lombok, NTB. Pada pagi hari, masyarakat berziarah ke Makam Loang Baloq di Pantai Tanjung Karang dan di Makam Bintaro. Mereka berziarah sambil membawa makanan berupa ketupat dan lauk pauknya dan dimakan di sekitar makam. Setelah berziarah, mereka menyusuri tepian Pantai Bintaro sampai Pantai Tanjung Karang sambil menenteng ketupat.

Categorised in: , ,

This post was written by Kak Moza