• Home
  • >
  • Male
  • >
  • Lifestyle
  • >
  • Semua Orang Pasti Akan Berhadapan dengan 5 Pertanyaan Seram Ini

Semua Orang Pasti Akan Berhadapan dengan 5 Pertanyaan Seram Ini

Sebagai manusia selalu ada pertanyaan-pertanyaan seram dan klasik yang sewaktu-waktu semacam meneror hidup kita.

Hidup terus maju, dan kita terus melewati persimpangan yang jadi bukti kemampuan kita untuk berkembang sebagai manusia. Sebelnya, beberapa orang doyan menguji apakah kita sudah melewati persimpangan itu dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang rasanya sudah setua umur bumi itu sendiri.

Kapan lulus

Sebagian orang sangat menikmati waktunya di kampus, sampai-sampai terlena dan butuh waktu lama banget untuk lulus. Kalau sudah kelamaan dan orang tua mulai sadar bahwa kuliahmu kok belum kelar-kelar karena kemana-mana masih bawa ransel, sementara anak temannya sudah dapat kerjaan siap-siap ditanyain ini.

Sudah dapat kerja atau belum?


Tentu saja, pertanyaan berikut setelah kamu sanggup membuktikan lulus kuliah tepat waktu adalah: sudah dapat kerja atau belum. Ini juga pertanyaan yang menyiksa, karena kerjaan yang cocok itu datangnya kayak jodoh. Waktunya nggak terduga.

Baca juga: Soal pakaian, ini panduan wawancara kerja di Jakarta

Kapan kawin?

Nah, setelah dapat kerja bagus di sebuah perusahaan teknologi, kamu menikmati lingkungan kerja setahun dua tahun, datanglah pertanyaan berikutnya. Bisa saja dari paman atau bibi, “Umur cukup, kerja sudah punya, kapan mau cari pendamping hidup?.”

Baca juga: Ditanya kapan kawin, punya pacar aja belum, baca 12 tips PDKT ini.

Kapan punya anak?

Kerjaan sudah punya, baru saja menikah, kamu dan istri lagi sibuk menabung untuk membeli atau menyicil perlengkapan rumah, paman dan bibi kepo kembali bertanya,”Kapan mau punya anak? Jangan ditahan-tahan, lho.”

Kapan mau ngasih adik?

Ini lanjutan dari skenario sebelumnya. Anak pertama kamu dan istri sudah 2 tahun, kalian sedang pikirkan untuk daftarin dia sekolah. Hidup kalian adem ayem. Lalu paman dan bibi kepo bertanya lagi, “kasihan lo si kakak sendirian, nggak mau dikasih adik?”

Pertanyaan-pertanyaan klasik di atas berfungsi sebagai pengingat, bahwa hidup menuntut kita untuk terus progress. Sisi menyebalkannya sih, waktu progress orang itu nggak ada yang sama. Dan banyak yang nggak sadar hal itu.

image cover: Instagram Isaac Hindin-Miller

Categorised in: , ,

This post was written by Kak Moza