• Home
  • >
  • Male
  • >
  • Gadget
  • >
  • 5 Kebiasaan Nge-Charge Smartphone yang Bikin Baterai Smartphone Cepat Rusak

5 Kebiasaan Nge-Charge Smartphone yang Bikin Baterai Smartphone Cepat Rusak

Ada banyak risiko dari 5 kebiasaan ini. Walau nggak sampai bikin nyawa melayang, tapi sakit hati dan dompet nggak bisa terbendung.

Namanya juga kaum milenial, nggak ada hari tanpa smartphone. Semua aktivitas kamu melibatkan smartphone kesayangan. Nggak heran kalau penggunaan baterai pun sampai maksimal. Saking maksimalnya, ujung-ujungnya rusak juga. Tapi, ternyata, bukan cara pemakaian aja yang jadi faktornya, bisa jadi karena cara nge-charge yang salah, lho.

Pakai aksesori bajakan

via GIPHY

Ini sih nggak perlu ditanya lagi. Semurah apa pun chager KW, jangan coba-coba beli, deh. Memang sih harganya menggiurkan dibanding charger ORI. Tapi, faktanya, charger abal-abal nggak bisa mengatur besarnya voltase dan arus listrik. Yang ada, U2 IC smartphone kamu bakal rusak. Begitu juga dengan penggunaan powerbank palsu. Hal ini akan menyebabkan baterai cepat drop, bahkan hamil alias menggembung. Mending pilih powerbank berkualitas aja kayak di sini.

Baca juga: Tak Bisa Lepas dari Power Bank? Cek 5 Tips Ini Sebelum Membeli

Sering nge-charge sambil ditinggal tidur

via GIPHY

Ibarat olahraga, kamu bakal kecapekan kalau disuruh latihan tanpa berhenti. Begitu juga dengan baterai. Dalam kondisi terisi 100 persen dan terus menerus diisi, baterai bisa mengalami tingkat stres yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan kimia dalam baterai berkurang sedikit demi sedikit.

Nge-charge di mobil

via GIPHY

Mumpung jarak dari rumah ke kantor jauh dan macetnya pun di mana-mana, kamu memutuskan untuk nge-charge di mobil. Padahal hal ini dilarang, lho. FYI, tegangan listrik di mobil itu kurang stabil, seiring dengan putaran mesin yang turun-naik dan distribusi arus listrik ke AC, audio, dan lampu-lampu. Dampaknya pun bisa berbahaya buat kelangsungan hidup smartphone. Mulai dari baterai menggembung sampai meledak. Kalau udah begini, nggak cuma smartphone aja yang jadi korban, tapi mobil juga. Ya salam, deh.

Dibiarkan hingga baterai habis total

via GIPHY

Nyatanya, kalau baterai dibiarkan dalam keadaan kosong, sel baterai akan “tidur”. Kalau nggak cepat “dibangunkan”, risikonya adalah sel tersebut bakal kehilangan kemampuan untuk meyerap daya dari alat pengisian. Layaknya manusia, baterai harus sering dikasih makan, sesedikit apa pun. Jadi, lebih baik charge smartphone dalam beberapa tahapan. Misalnya: dari 40 persen ke 60 persen. Hal ini lebih dianjurkan ketimbang sekali charge penuh dalam waktu panjang.

Pakai case saat nge-charge

via GIPHY

Supaya performanya tetap terjaga, kamu harus membiarkan suhu baterai tetap stabil. Maka dari itu, hindari penggunaan case saat isi daya. Pasalnya, baterai bakal kehilangan 80 persen ketahanannya kalau kamu menempatkannya pada temperatur 60 derajat selama setahun. Tapi, bukan berarti baterai harus ditaruh di freezer juga, ya.

Baterai memang nggak bisa bertahan hidup selamanya. Akan tetapi, nggak ada salahnya juga kamu merawat baterai kamu dengan benar. Daripada harus rogoh dompet demi gonta-ganti baterai, kan?

Categorised in: , ,

This post was written by Kak Moza