• Home
  • >
  • Male
  • >
  • Hobbies
  • >
  • 5 Film Indonesia yang Pas Buat Menemani Libur Lebaran Kamu

5 Film Indonesia yang Pas Buat Menemani Libur Lebaran Kamu

Kadang, pelajaran hidup bisa kamu dapat dari menonton sebuah film. Termasuk bagaimana memahami Islam dari film-film religi ini.

Di hari Lebaran, kadang kamu kejebak situasi di mana kamu terlibat obrolan panjang sama sodara kamu yang udah lama nggak ketemu, sementara dia terus aja nanyain kamu kapan nikah. Mau ngabur nonton TV di kamar, tapi bosen sama acara variety show yang nggak ada manfaatnya sama sekali. Daripada ngisi waktu di hari Lebaran ini dengan hal-hal yang nggak jelas, mending kamu muter DVD film religi yang udah pasti bermanfaat buat nambah pengetahuan kamu tentang Islam.

Di Indonesia, ada banyak lho film-film religi yang bagus dan nggak kalah sama film luar negeri. Mulai dari yang diadaptasi dari novel, sampai yang dibuat berdasarkan kisah nyata. Apa pun itu, yang jelas film-film bertema religi ini memuat banyak nilai-nilai Islami yang bisa jadi pelajaran buat kamu sekaligus nyejukin hati kamu di hari Idul Fitri. Nah, kamu juga nggak pelru susah-susah nyari film ini lewat online. Semua film berikut ini, udah ada format DVD-nya lho. Karena itu, sebelum Lebaran tiba, coba deh kamu beli DVD atau sewa beberapa film-film berikut. Biar kamu bisa punya banyak tontonan bermanfaat sepanjang libur Lebaran ini.

99 Cahaya di Langit Eropa

99-cahaya-di-langit-eropa_2

Film ini mungkin bakal membuka mata kamu lebar-lebar tentang penyebaran agama Islam yang sebenarnya justru nggak pernah melalui kekerasan, tapi justru lewat dakwah, pelajaran dan ilmu pengetahuan. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama ini nyeritain tentang jejak-jejak peninggalan Islam di benua Eropa dari sudut pandang Hanum, seorang jurnalis asal Indonesia yang diperanin sama Acha Septriasa. Kamu bakal dibawa berpetualang ngikutin penyebaran agama Islam yang dimulai dari bangsa Turki di era kesultanan Utsmaniyah, hingga ke pelosok-pelosok Eropa lainnya.

Negeri 5 Menara

negeri_5_menara_2

Film yang juga diangkat dari novel laris ini, berkisah tentang pertemanan enam orang santri remaja di sebuah Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Alif dan kelima kawannya dipersatukan lewat hukuman akibat kenakalan masing-masing. Akhirnya, karena mereka sering berkumpul di bawah menara masjid, mereka menamakan diri sebagai Sahibul Menara, alias para pemilik menara. Mereka ini selalu berpikiran visioner dan punya cita-cita besar. Dengan mantra “Man Jadda Wajada” yang artinya “Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil”, mereka masing-masing berambisi untuk sukses menjadi orang besar. Film ini ingin ngebuktiin kalo jebolan pesantren nggak cuma bisa nulis dan baca Al-Quran aja, tapi juga bisa sukses jadi orang besar.

Baca juga: Nikmati Jakarta Sepi Karena Lebaran dengan 7 Cara

Mencari Hilal

mencari_hilal_2

Banyak kritikus yang bilang kalo film ini punya kualitas yang bagus, baik dari segi penggarapan, teknik sinema sampai kualitas ceritanya. Film ini mengisahkan tentang Mahmud, seorang pedagang tua lulusan pesantren yang memegang teguh prinsip dakwah. Mahmud prihatin mendengar isu bahwa Kementrian Agama menggelar sidang Isbat hingga menelan dana 9 milyar rupiah. Mahmud jadi inget waktu dulu dipesantren ada tradisi buat nyari Hilal yang sarat makna spiritual dan sekarang udah nggak berjalan lagi sejak pesantrennya dibubarin. Mahmud pun ingin ngebuktiin kalo buat nyari Hilal, nggak perlu nelan biaya hingga milyaran rupiah.

Bulan Terbelah di Langit Amerika

bulan_terbelah_di_langit_amerika_2

Ini adalah film kelanjutan kisah Hanum dalam film 99 Cahaya di Langit Eropa. Film yang disutradarain Hanum Rais sendiri, mengisahkan tentang perjalanannya di Amerika ketika ia mendapat tugas buat nulis artikel provokatif yang dikasih judul “Apakah Dunia Lebih Baik Tanpa Islam?”. Buat ngejawab pertanyaan itu, dan ngerangkumnya jadi sebuah artikel, Hanum akhirnya nyoba buat wawancara para korban tragedi 9/11 di New York. Di antaranya adalah Azima Hussein (yang diperanin sama Rianti Cartwright), seorang mualaf yang bekerja di sebuah museum di New York. Film ini banyak ngambil gambar di bekas situs World Trade Center di New York yang sekarang udah jadi museum.

Hafalan Shalat Delisa

Hafalan_Shalat_Delisa_2

Sejak kecil, kita diajarin untuk khusuk saat Salat. Apa pun yang mengganggu, kita nggak boleh terpengaruh. Ajaran yang diajarin oleh ibu dan kakak-kakak Delisa bikin gadis cilik ini fokus saat tes Salat di sekolahnya. Saking khusuknya, Delisa nggak peduli kalau gempa sedang ngeguncang Aceh, dan saat Tsunami mulai menghantam sekolahnya, Delisa tetap berusaha khusuk hingga terjangan air bikin Delisa pingsan disaat dia sudah sampai ngebaca Tahiyat Akhir. Film mengharukan ini punya banyak pelajaran hidup buat kamu dan kamu bakal dibuat sadar kalo sebenernya kesedihan itu bisa jadi kekuatan kita untuk bangkit.

Baca juga: 7 Ide Hadiah Lebaran Untuk di Kampung

Nah, mana yang jadi tontonan terbaik pilihan kamu? Yang jelas, kelima film di atas bisa dikategoriin sebagai film religi terbaik di Indonesia saat ini.

Categorised in: , ,

This post was written by Kak Moza