5 Ciri Pakaianmu Sudah Ramah Lingkungan

Memahami bagaimana pakaian kita dibuat memang proses panjang, tapi ini bisa jadi langkah awal kalau kita mau hidup ramah lingkungan.

Mendengar kalimat “pakaian ramah lingkungan” mungkin terlalu berat ya. Siapa yang terlalu peduli dengan seberapa banyak air yang dipakai untuk membuat pakaian kita, atau saat sudah tidak dipakai lagi, pakaian kita akan diapakan. Namun sebagai warga planet bumi, dan manusia yang bertanggung jawab, rasanya sudah waktunya memahami pilihan-pilihan hidup kita, termasuk soal pakaian.

Percaya deh, kalau sudah memahami konsep pakaian ramah lingkungan kita jadi nggak akan terlalu boros belanja pakaian. Dan beberapa syarat pakaianmu dikategorikan ramah lingkungan, antara lain:

Tidak melibatkan racun dalam proses pembuatan

Melibatkan racun atau bahan kimia dalam proses pembuatan pakaian sudah biasa, apalagi dalam tahap pewarnaan. Sudah tentu, yang seperti ini akan menjadi limbah, nggak hanya di udara tapi juga yang paling bahaya, di air. Karena itu, paling benar memang pewarna pakaian yang alami.

Bahan kimia yang mudah larut dalam air

Dan, seandainya ada bahan kimia yang terlibat dalam proses pembuatan pakaian pun sebisa mungkin itu adalah substansi yang bisa larut di air. Sehingga tidak menjadi limbah yang mengganggu ekosistem.

Dibuat dari bahan daur ulang

Bila terbuat dari bahan daur ulang, sudah pasti ini menghentikan lingkaran limbah. Karena yang tadinya limbah mendapat hidup kedua, menjadi sesuatu yang bisa dipakai kembali. Penggunaan bahan daur ulang juga berarti mengurangi penggunaan bahan-bahan alami lainnya. Jadi kita nggak terus-terusan mencari bahan baku baru untuk diproses.

Baca juga: Belanja Vintage adalah Salah Satu Tip Mengurangi Limbah Pakaian, Ini Panduannya

Dibuat dengan sedikit air, atau sangat minim berpotensi jadi limbah

Mungkin sedikit yang tahu, bahwa pembuatan sebuah jeans atau kaus saja menggunakan begitu banyak air yang jika ditotal cukup untuk menghidupi sebuah negara kecil di Afrika. Bagi kita yang berlimpah air di Indonesia, kalimat tadi nggak begitu terasa. Tapi bila dicamkan dengan benar, apalagi bila kita tipe yang boros menggunakan air akan terasa nyesek juga. Produksi pakaian yang ramah lingkungan itu sejatinya sih sedikit menggunakan air, tanpa bahan kimia, sesedikit mungkin menggunakan energi, dan sama sekali tidak meninggalkan jejak karbon sebagai limbahnya.

Baca juga: Tampil Keren dengan Budget Kecil, baca Caranya di sini.

Menggunakan semua bahan yang bisa dibarukan atau diproduksi kembali

Kurang lebih sama dengan penggunaan bahan daur ulang, sebisa mungkin proses pembuatan pakaian kita menggunakan bahan-bahan atau sumber alam yang masih bisa dibuat kembali (khususnya flora dan fauna). Dan juga diproses dengan energi yang bisa dibarukan (misalnya energi matahari atau angin).

Kedengarannya memang cukup serius, tapi mengingat sumber daya bumi yang terus berkurang dan sebagian besar nggak bisa dibuat lagi sudah layak kita memperhatikan dengan serius informasi seperti ini.

Categorised in: , ,

This post was written by Kak Moza