5 Cara Move On dari Gebetan Sekantor atau Sekelas

Kamu pernah naksir sama teman sekantor atau teman sekelas tapi dia uda punya pacar? Ini dia cara move on dari dia.

Konon, cinta datang karena terbiasa. Benarkah? Biasa ketemu tiap hari, biasa ngobrol, makan dan ketawa bareng, kerja atau belajar bareng. Lalu perlahan kita mulai merasa nyaman, seneng liat ketawanya, kangen sama wanginya, dan akhirnya naksir! BOOM!

Padahal, mungkin dua-duanya udah punya pacar, atau kalau jadian bakal bikin pertemanan di geng kelas bakalan awkward, atau malah emang ada larangan dari bos di kantor soal pacaran sesama pegawai. Intinya, kita sama-sama udah seneng, tapi nggak bisa…

Oke, untuk itu yang kamu butuhkan adalah cara biar bisa move on, lupa sama perasaan yang menyenangkan itu, dan fokus sama pelajaran atau kerjaan. Bisa? Susah sih pasti, tapi ya nggak ada salahnya dicoba.

Karena menghindar terlalu ekstrem, coba jaga jarak aja

move_on_gebetan_1

Bukan berarti kamu jadi harus nggak makan siang bareng lagi atau berubah jadi pendiam, apalagi pura-pura sakit parah. Tapi ya jaga jarak aja, gimana caranya bisa tetap seru, tapi nggak terlalu deep bahas hal-hal lain yang lebih personal.

Karena curhat itu kadang jahat! Dari situlah berawal segala hal yang bakal bikin kamu nggak cuma makin suka ada di dekat dia, tapi jadi kangen kalo nggak ada dia, dan bahkan makin ngerasa sayang sama dia.

Hal ini penting sekaligus susah banget dilakuin. Tapi justru itu, cobain deh paksain diri. Obrolin yang perlu aja, tapi jangan jadi garing. Karena, hal yang tidak kamu butuhkan saat ini adalah mendapat pertanyaan ini, “Lo kenapa sih? Kok jadi aneh gitu?”

Baca juga: 5 Produk Ini Dijamin Bakal Bikin Kamu Nggak Minder Pegangan Tangan sama Gebetan

Usahain banget untuk nggak menatap matanya

move_on_gebetan_2

Karena dengan suasana hati seperti ini, melihat matanya dan pas dia lagi ngeliat juga bakal bikin dunia kamu salto jungkir balik. Padahal belum tentu seperti yang kamu pikirin, bisa aja dia lagi bengong. Tapi ya namanya juga perasaan kan?

Maka itu, usahain banget untuk nggak menatap matanya. Tapi ingat, seperti poin ngobrol di atas, jangan juga jadi aneh atau malahan merem! Ya, biasa aja. Kamu pasti ngerti lah, intinya, usahain untuk nggak menatap matanya.

Hindari juga melakukan hal-hal yang dia suka, di depan dia

move_on_gebetan_3

Maksudnya, pada tahap ini, kemungkinan besar kamu udah ngobrolin beberapa hal personal sama dia. Dan mungkin banget, dia udah pernah komentar kalau dia suka melihat kamu pakai kaos biru, atau pernah bilang, “Gue suka deh liat rambut lo botak gini. Botak terus aja dong!”

Jangan! Nggak usah botak terus, biarin aja rambut kamu memanjang, malahan kalau perlu bilang aja, “Ah gue mau gondrongin ah, biar kayak vokalisnya Aerosmith!” Dan jangan juga pernah lagi pakai kaos biru!

Sebaliknya, kalau dia pernah ngasi tau yang dia nggak suka, sesekali dilakuin aja. Misal, dia pernah bilang, “Lawakan lo garing ah! Males deh.” Nah, ngelawaklah! Tapi ya itu, sesekali aja, biar dia nggak jadi males beneran juga. Intinya kan biar bisa tetap berteman.

Baca juga: 7 Cara Mencintai Pekerjaan Kamu Sekarang

Sesekali boleh tetap sebelahan, tapi jangan sering-sering

500 Days Of Summer (2009) | Pers: Joseph Gordon-Levitt, Zooey Deschanel | Dir: Marc Webb | Ref: FIV040AW | Photo Credit: [ The Kobal Collection / Watermark ] | Editorial use only related to cinema, television and personalities. Not for cover use, advertising or fictional works without specific prior agreement

Bukan apa-apa, salah satu yang biasanya bikin kita susah jauh-jauh dari dia adalah wanginya. Mungkin nggak yang wangi parfum, tapi lebih ke ‘wangi badan’ yang terasa khas, dan bikin kita jadi inget terus sama dia.

Dalam dunia sains, hal ini mungkin serupa dengan pheromone atau zat yang diproduksi tubuh secara alami, tergantung dari kadar perasaan di antara keduanya.

Jadi, jangan terlalu sering sebelahan lagi! Wanginya bakal bikin kamu lemah. Beneran deh! Kalaupun mesti duduk sebelahan, kamu bisa coba pakai masker seperti kalau naik ojek, atau olesin minyak kayu putih di bawah hidung.

Lagu selalu jadi medium komunikasi cinta yang ampuh. Jadi, stop dengerin lagu yang mengingatkan kamu sama dia!

Runner listening to mp3 player

Ada dua kategori lagu yang mesti kamu stop dengerin di tahap ini: Pertama, lagu yang kalian berdua suka dan pernah bahas, apalagi pernah dianggap, “Lagu ini kita banget nggak sih?” Seriously, jangan didengerin lagi.

Kedua, lagu-lagu galau yang playlist-nya ada berbagai jenis di Spotify itu. Karena, nggak penting lagunya tentang apa, karena otak kamu bakal selalu mencari kaitan yang masuk akal antara lagu itu dan cerita kamu dengan si dia. Ini juga sangat tidak bijaksana untuk dilakukan.

Otherwise, pilih lagu-lagu yang nuansanya ceria, atau lagu-lagu kesukaan kamu yang lainnya. Karena konon, walaupun kamu udah nggak ngobrol lagi sama dia, tapi masih dengerin lagu-lagu kenangan, itu sama aja kamu masih ada komunikasi yang intens dengan dia.

Baca juga: 5 Cowok Ini Bisa Sukses karena Mengejar Passion

Begitulah beberapa hal yang bisa kamu coba untuk bisa menepikan perasaan kamu ke dia. Kalau kamu lakuin tiap hal yang diurai di atas, dijamin kamu bakal berhasil move on dari si dia! Kalau sampai gagal, sebabnya cuma satu: Kamu belum beneran pingin move on.

Kalau hal itu yang terjadi, kamu coba ingetin diri sendiri aja, kalau banyak banget hal penting lain yang mesti kamu pikirin dibandingkan pusing mikirin perasaan ini. Karier dan pendidikan kamu punya peluang untuk berhasil lebih dari yang kamu bayangin, kalau kamu fokus dan tidak repot galau.

So, let it go. And if it’s meant to be, it will be.

Categorised in: , ,

This post was written by Kak Moza