• Home
  • >
  • Male
  • >
  • Fashion
  • >
  • 5 Bahan Ini Jaminan Gaya Outfitmu Lebih Ramah Lingkungan

5 Bahan Ini Jaminan Gaya Outfitmu Lebih Ramah Lingkungan

Mau lebih perhatian dengan lingkungan lewat apa yang dipakai, mulai perhatikan bahan pakaianmu. Ini dia bahan pakaian ramah lingkungan!

Kalau belanja pakaian selalu ingin mencari yang murah, dan senang saat melihat kaos dari merek favorit dijual dengan harga yang terjangkau? Jangan senang dulu. Kemungkinan besar, harga pakaian yang murah itu disebabkan tenaga kerja murah, penggunaan bahan yang nggak ramah lingkungan, dan banyak lagi. Dan sadar nggak, saat kita punya pakaian yang nggak terpakai lagi lalu kita buang begitu saja, ketimbang menyumbangkannya, maka pakaian kita jadi sampah? Riset membuktikan limbah pakaian adalah limbah nomor dua tertinggi di dunia.

Cara mudah mengetahui outfit kita terbuat dari bahan yang ramah lingkungan atau nggak tentu dengan membaca label. Dan memang, untuk hal-hal spesifik seperti ini kita harus belajar dari hal terkecil. Tak hanya membaca label, tapi juga melakukan pencarian sendiri soal perilaku merek yang sering kita pakai. Soal bahan-bahan, pakaianmu sudah cukup ramah lingkungan bila terbuat dari:

Bahan daur ulang

A post shared by Gaby Cárdenas (@gabycl13) on

Menggunakan bahan daur ulang, berarti berusaha menjadikan bahan tersebut limbah yang tak berguna lagi. Menciptakan produk dari bahan-bahan bekas tak hanya memberikan hidup kedua, tapi juga mencegah bahan bekas itu menjadi sampah. Hal ini sudah dilakukan beberapa merek terkenal seperti Levis, H&M, dan Adidas. Adidas membuat sneakers dari limbah yang didaurulang dari laut, Levis membuat celana jeans dari botol, dan H&M pernah membuat pakaian dari sampah plastik. Biasanya barang-barang bekas yang diolah itu menjadi polyester hasil daur ulang, yang kemudian bisa diolah jadi pakaian.

Wool

Pengolahan wol dari domba untuk menjadi serat atau benang pakaian melibatkan sedikit sekali bahan kimia, karena itu bahan satu ini cukup ramah lingkungan.

Baca juga: Sweater dari Wol Pas untuk Musim Hujan, Cek Barang Gaya Lainnya yang Pas Dipakai di Musim Hujan

Linen

A post shared by ✨💫⭐️🌟 (@notiaz) on

Berasal dari tanaman yang diolah menjadi serat selulosa, semua pakaian yang terbuat dari linen akan tahan dipakai sampai 20 tahun setidaknya. Anggap saja, nggak perlu belanja pakaian 2 dekade, kalau memang pakaian-pakaianmu terbuat dari linen. Bagusnya lagi, tanaman yang menjadi sumber linen ini tumbuhnya nggak susah. Bahkan nggak butuh banyak air. Salah satu merek terkenal yang menggunakan linen adalah Abercrombie & Fitch dan Giordano.

Baca juga: Mau seprai yang nyaman di kos, cari yang berbahan linen. Simak lifehack lain-nya untuk anak kos!

Katun organik

Ada bedanya antara katun dan katun organik? Katun organik dibuat tanpa pestisida sama sekali, jadi aman untuk lingkungan. Paling mudah, lihat label di pakaian yang akan kamu beli. Bagusnya lagi, katun organik biasanya terasa lebih lembut dan nyaman di kulit.

Serat kayu

A post shared by VOSTOK (@vostok_1jp) on

Tak hanya diolah jadi kertas, kayu tertentu pun dapat diolah menjadi serat kain atau rayon. Limbahnya dapat larut atau terurai, bisa didaur ulang, bebas kusut, bahkan kualitasnya bisa menyamai beludru, wool, atau kulit. Rayon serat kayu ini dibuat dengan proses yang hampir sama dengan pembuatan kertas dari kayu.

Bila kita menyadari bahwa sumber daya di bumi ini terus berkurang, sebagian tak bisa diproduksi kembali, rasanya sudah waktunya untuk lebih perhatian dengan pilihan-pilihan yang kita buat. Termasuk soal bahan pakaian yang ramah lingkungan.

Categorised in: , ,

This post was written by Kak Moza