• Home
  • >
  • Female
  • >
  • Mungkin Nggak Sih Berteman Sama Mantan Setelah Putus?

Mungkin Nggak Sih Berteman Sama Mantan Setelah Putus?

Mungkin kamu atau si dia mengusulkan untuk tetap temanan setelah putus. Tapi, sebenarnya mungkin nggak sih, berteman sama mantan?

Putus itu memang nggak menyenangkan. Akan tetapi, hal yang lebih membuat nggak nyaman lagi adalah ketika kamu harus memutuskan apakah ingin terus berteman sama mantan atau nggak.
Putus bukanlah akhir dari segalanya. Kamu masih bisa bertemu dengan dia, apalagi kalau kalian berada dalam lingkungan teman yang sama. Kalian pasti akan awkward banget kalau ketemu.Sebenarnya, mungkin nggak sih, berteman sama mantan?

Biar kamu nggak bingung dengan status abu-abu itu, mari kita cari jawabannya dengan menganalisa skenario-skenario setelah putus ini:

Putus Jadi Musuh

Kalau putusnya dengan bertengkar, sama-sama saling marah dan nggak suka lagi satu sama lain, solusinya gampang. Kalian nggak usah berteman lagi karena ke depannya pasti nggak akan timbul keinginan untuk saling menghubungi, apalagi bertemu.

Alasan kalian putus bisa jadi karena memang sudah nggak tahan lagi. Kamu buru-buru ingin menghilangkan jejaknya dari hidupmu. Berteman dengan mantan dalam skenario ini sangat nggak mungkin. Bahkan, hubungan kamu semakin buruk jika dipaksakan.

Putus-Putus Gantung

Ada juga kasus kayak gini. Setelah putus, mantanmu menangis terus dan nge-chat panjang-panjang buat mengungkapkan seberapa sedihnya dia. Kemudian, kamu merasa bersalah dan keceplosan bilang ‘“kita tetep temenan kok”. Jreng-jreng.

Putus itu sebaiknya lugas. Jika mantan kamu mengatakan “iya” untuk tetap berteman, sangat mungkin ia masih belum bisa move on dari kamu. Dia akan berusaha untuk mendapatkan kamu kembali. Kalian akan ketemu lagi dan nge-chat tiap hari. Kamu mungkin bakal selalu menghindar, namun nggak akan ada habisnya—karena kalian adalah “teman”.

Putus? Ya Biasa Aja

Hal ini cukup sering terjadi di lingkungan pertemanan kita. Banyak dari teman kita yang akan membela diri mengatakan “Mungkin banget kok berteman sama mantan. Gue nih contohnya!”. Kata-kata itu dilontarkan dengan wajah berseri dan kepercayaan diri yang tinggi.

Buat pasangan yang putus, namun masih tetap bisa berteman dengan baik, ada kemungkinan kalau mereka nggak pernah benar-benar saling mencintai. Apalagi jika yang awalnya berpacaran diawali dari hubungan pertemanan. Bisa jadi dari dulu kalian hanya teman akrab yang sangat nyaman satu sama lain, bukan saling mencintai. Jadi, ketika putus dan kembali menjadi sekedar teman, ya biasa saja rasanya.

Putus, tapi Belum Move On

Buat yang putus dan mantannya ‘pura-pura tabah’, juga harus hati-hati. Ketika dia ditanya, “sudah move on apa belum?”, jawabannya pasti sudah dari lama dan selalu menekankan kalau kalian teman baik. Bahkan, dia bisa pura-pura melupakan masa lalu kalian agar kamu nggak canggung ketika berada di dekatnya. Namun, sebenarnya dia belum bisa merelakan kamu dan berusaha menyembunyikannya.

Di dalam dirinya, ia takut kehilangan hubungan atau nggak bisa bertemu kamu lagi. Makanya, dia ingin tetap ‘temanan’ untuk tetap dekat dengan kamu. Lebih parah lagi, mungkin dia masih membutuhkan kamu untuk hal lain. Bisa jadi hal-hal terkait kerja, hidup, status atau sekedar menjadi ‘friends with benefit.’

Putus jadi ‘Best Friend’

Nggak ada yang nggak mungkin. Jika kamu dan si mantan adalah orang yang benar-benar matang dalam hubungan, cerdas secara emosional, dan dewasa dalam berpikir, putus itu bukanlah akhir dari segalanya. Bahkan, kalian masih menjadi teman curhat, ketemu bersama teman-teman lain, dan tetap saling menanyakan kabar.

Kalau kedua pihak ‘bersih’ dari motif-motif tersembunyi, sudah move-on, dan nggak saling menyalahkan, wajar saja jika kalian tetap berteman. Bagaimanapun juga, kalian lebih mengerti satu sama lain daripada teman-teman lainnya.

Kesimpulan: Mungkinkah berteman sama mantan?

Jadi, berteman sama mantan itu mungkin nggak? Tergantung. Jika ‘temenan’ versi kamu adalah menyimpan kontak dia di hape, maka sebenarnya itu bukan berteman. Jika kalian masih sering hangout berdua bareng, salah satu dari kalian mungkin masih belum bisa move-on.

Pikirkan lagi dampak negatif berteman sama mantan, misalnya hubungan kalian akan canggung bila teringat kenangan masa lalu. Dan ketika ingin memulai hubungan baru dengan orang lain, pasangan kalian juga akan mempertanyakan hubungan kamu dengan mantanmu. Kalau malah memberatkan, lebih baik nggak usah dipaksakan.

Tapi, kalau kamu dan mantanmu adalah pribadi yang dewasa, dan saling menghormati keputusan serta kehidupan baru masing-masing, kalian bisa menjadi teman baik. Yang paling penting adalah kemurnian niat untuk berteman dan saling mendoakan kebahagiaan satu sama lain.

Baca juga: 5 Cara Sukses Move On Dari Mantan Beda Agama!

Sumber Gambar Utama: Emile Etienne

Categorised in: ,

This post was written by Tommy Prayoga