• Home
  • >
  • Female
  • >
  • Ngaku! Kamu Pasti Punya 1 dari 5 Kebiasaan Ini Pas Pakai Smartphone di Restoran

Ngaku! Kamu Pasti Punya 1 dari 5 Kebiasaan Ini Pas Pakai Smartphone di Restoran

Ga rela order makanan kalau wifi belum connect? Ini nih kebiasaan pengguna smartphone yang… ya gitu deh.

Smartphone bukan benda yang asing lagi buat sebagian besar orang. Smartphone sudah jadi seperti kebutuhan dasar yang susah buat dilepas. Sepertinya kalau harus hidup sehari aja tanpa smartphone bisa galau. Tapi gimana kalau hidup satu jam saja tanpa smartphone saat sedang makan di restoran? Sama galaunya ternyata.

Nggak heran memang karena smartphone kegunaannya sangat beragam di restoran, mulai dari alat komunikasi dengan sohib, kamera untuk pamer, sampai sumber hiburan saat menunggu makanan datang.

Nah, kamu sebagai salah satu pengguna smartphone pasti punya salah satu dari kebiasaan ini di restoran.

Wifi Seeker


Muka kamu saat “tertipu” tulisan Free Wifi…

Mau ngopi di cafe, nongkrong di kampus orang, makan di restoran, pertanyaan ini yang duluan muncul: “Mbak, password wifi-nya apa?” Habisnya memang sayang kuota sih, kan terbatas. Lagian kan kita sudah (atau akan) beli makanan, rasanya memang sudah hak kita untuk “memaksimalkan” fasilitas tempat itu.

Pokoknya orang tipe ini sudah banyak makan asam garam. Walau di tempatnya tertulis “Free Wifi”, ternyata kecepatan internetnya sangat buruk! Saking pentingnya koneksi internet gratis, orang ini nggak akan rela memesan apapun hingga tuntutan wifi-nya terpenuhi.

Smartphone Checker


via GIPHY

Cek smartphone, balas chat, taro di meja. Dua menit kemudian cek lagi, belum ada balasan, taro lagi. Dua menit kemudian, cek lagi. Begitu terus sampai lupa apa sebenarnya yang mau dicek.

Situasi seperti ini sering banget terjadi, apalagi kalau kita lagi bosan. Misalnya, waktu sedang menunggu pesanan datang saat makan sendiri (alias jomblo). Mau tidur nggak bisa, mau ngobrol nggak ada temennya. Jadilah smartphone sebagai teman setia. Lagipula, dengan sok-sok scrolling smartphone kita bisa tampil sok sibuk, iya kan?

Fotografer

via GIPHY

Hayo, ada berapa jumlah foto di gallery smartphone kamu? Mulai dari selfie of the day, foto makanan yang menggoda, sampai foto pemandangan restoran yang wah. Tujuannya apa sih? Beberapa orang melakukannya sebagai hobi, agar mereka nantinya bisa menjadi fotografer kelas dunia. Beberapa orang lainnya foto supaya bisa pamer di media sosial.

Foto pun tampak semakin kinclong dengan kehadiran berbagai aplikasi edit foto. Mau selfie tapi lagi ada jerawat? No problem! Foto medioker? Tinggal gunakan saja filter biar tampil lebih pro! Pastikan kamu menggunakan smartphone dengan kamera yang kece ya. Bila nggak punya, mungkin sudah saatnya kamu berinvestasi (ahem). Cek aja di sini dan cari berdasarkan resolusi kamera. Lengkap banget koleksinya, semua bisa dicicil lagi!

Baca juga: 5 Smartphone Selfie Terbaik di Bawah Rp3 Juta

Loudspeaker


via GIPHY
Kebiasaan pengguna smartphone ini bisa ngeselin pengunjung lainnya. Orang tipe ini suka sekali ngobrol lewat telepon, sampai-sampai sambil makan pun kadang masih saja bicara. Sibuk sekali mungkin ya?

Nggak hanya itu, orang tipe ini juga memasang volume suara smartphone level Mad Max. Jadi kalau lagi ditelpon saat makan, nyaring deh bunyinya terdengar sampai seluruh kampung.

Lebih perhatian ya sama orang lain. Kecilkan suara ngobrolnya, sekalian juga masukkan mode smartphone ke vibrate. Jadi saat notifikasi chatting atau telpon dari sales bank nawarin kartu kredit masuk, hapenya nggak bikin suasana berisik. Kan hati juga jadi lebih tenang nggak dipelototin sama orang lain.

Kebiasaan pengguna smartphone terakhir: Reviewer


via GIPHY
Nah, orang tipe ini sih siap berbagi pengalaman mereka di restoran (khususnya pengalaman buruk!) kepada seluruh netizen. Mulai dari share di Facebook, Instagram, dan Path, di situs khusus review restoran seperti Zomato dan Qraved, hingga menulis di blog pribadi. Pokoknya orang tipe ini sangatlah kritis dan cerewet terhadap kualitas makanan dan pelayanan restoran.

Ia percaya terhadap hukum dan keadilan sosial. Jadi bila harga makanannya mahal, maka harus sesuai dengan ekspektasi yang melambung tinggi bersama harganya.

Gimana? Kebiasaan mana yang kamu miliki sebagai pengguna smartphone saat bersantap di restoran? Atau jangan-jangan semuanya itu adalah kebiasaan kamu?

Categorised in: , ,

This post was written by Karen Tungka