7 Tips Menata Peralatan Eletronik Di Dapur

Di samping desainnya yang bagus, warnanya yang menarik, dan harganya yang ramah kantong, apakah kamu sudah berpikir tentang efisiensi saat membeli perangkat elektronik di dapur?

Dikenal dengan istilah home appliances, peralatan dapur dan rumah tangga sebenarnya terbagi ke dalam dua klasifikasi: major appliances (barang utama dalam rumah tangga yang tergolong berat seperti lemari es, mesin cuci, hingga kompor) dan small appliances (barang yang lebih kecil dan mudah dipindah-pindah seperti televisi, kipas angin, hingga perangkat dapur seperti rice cooker, mixer dan lainnya). Sebagai ruang yang paling produktif di dalam rumah, dapur perlu banyak jenis perangkat rumah tangga elektronik untuk membuat seluruh pekerjaan di dalamnya menjadi lebih mudah.

Nggak heran ruang dapur memerlukan perhatian khusus soal segala hal yang berkaitan dengan perangkat rumah tangga elektronik. Jadi kita jangan terburu-buru membeli perangkat elektronik hanya karena godaan diskon dan cicilan harga. Kira-kira, hal apa saja ya yang harus diperhatikan?


Dapur

Segitiga Kerja

Di dapur, tiga aktivitas utama adalah mempersiapkan bahan, mencuci, dan memasak. Idealnya, alur proses tersebut menyerupai huruf L atau dengan perbandingan 2:1. Area persiapan dan cuci buatlah berdekatan. Kemudian jadikan area memasak di sebelahnya.

Dimensi

Sebelum membeli, ukur dulu setiap besar area yang tersedia. Jangan sampai beli kulkas tiga pintu, tapi ternyata nggak muat untuk diletakkan di dapur sendiri.

kitchen-appliances

Peletakkan

Mau diletakkan dalam lemari, di meja, diposisikan free standing, atau mungkin memerlukan area khusus, kamu harus mempertimbangkan dengan matang poin ini. Yang pasti, jangan sampai perangkat elektronik mengganggu pergerakan selama kamu beraktivitas di sana.

Dapur_go-green

Soal Listrik

Hitung dulu berapa daya yang diperlukan dari masing-masing perangkat. Yang pasti, jangan sampai total daya listrik perangkat dapur melebihi kapastias di rumah. Setelah itu, sebaiknya hindari penumpukan stopkontak di satu sumber listrik meskipun peralatan dapur biasanya berdekatan. Namun upayakan juga nggak terlalu jauh posisi perangkat dari sumber listrik, agar kabel nggak bersliweran dimana-mana. Masih bicara soal listrik, ternyata konsumsi energi terbesar dalam rumah tangga itu datang dari lemari es! Oleh karena itu, kamu perlu untuk memerhatikan sistem insulasi yang tebal untuk mencegah kebocoran panas, suara, dan energi yang digunakan di lemari es.

Sumber Udara

Kamu tentu sudah tahu kalau dapur memerlukan jendela untuk kenyamanan ruang. Namun, hindari meletakkan kompor tepat di depan jendela agar nyala api nggak terganggu. Dekat jendela, sebaiknya letakkan sink atau bak pencuci piring saja. Selain itu, penggunaan hood atau penghisap udara di atas kompor, amatlah disarankan.

Keamanan

Hindari merapatkan barang elektronik ke dinding, atau bahkan menumpuknya karena area di dapur sudah penuh. Selain untuk menghindari hal yang nggak diinginkan, sirkulasi uap mesin dari perangkat tersebut pun bisa bekerja maksimal.

Petunjuk Praktis

Nggak ada salahnya menempel petunjuk praktis penggunaan dari setiap perangkat elektronik yang ada di dapur. Dengan demikian, suami, asisten rumah tangga, atau siapapun bisa menggunakan sesuai dengan kebutuhannya meskipun nggak ada kamu di rumah.

Tentu kamu ingin dong adanya efisiensi tenaga dan biaya rumah tangga yang kamu keluarkan sehari-hari? Untuk itu, bijak dan cermat yuk dalam memilih perangkat elektonik di dapur sendiri!

Image: adrmidia.com

This post was written by Kak Moza