• Home
  • >
  • Female
  • >
  • Cara Tunjukkan Kecintaan Pada Indonesia Lewat Bentuk Rumah

Cara Tunjukkan Kecintaan Pada Indonesia Lewat Bentuk Rumah

Mulai dari bentuk atap yang tinggi menjulang hingga bangunan majemuk yang sarat makna, bentuk rumah-rumah tradisional di Indonesia menyimpan cerita unik yang perlu kamu tahu.

Banyaknya faktor budaya serta nilai historikal membuat bentuk rumah-rumah daerah atau tradisional di Indonesia sangat beragam bentuknya. Belum lagi faktor alam dan lingkungan yang ternyata punya andil kenapa bentuk bangunan tradisional sangat khas. Setiap daerah punya cerita atau sejarah sendiri di balik bentuk, ornamen, hingga tata letak ruangnya. Sebagai bentuk pelestarian budaya, kamu bisa mengadaptasi bentuk-bentuk rumah tradisional ini ke dalam bangunan rumah tinggalmu sendiri loh. Meski tak sepenuhnya sama, tapi beberapa bagian bisa kamu tiru idenya.

BACA JUGA: 5 Trik Dekor Animal Print buat di Apartemen

Rumah Panggung

www.triptrus.com___

Rumah Walewangko Minahasa, Balla Lompoa Makassar, dan Rumoh Aceh adalah sebagian dari rumah tradisional Indonesia yang bermodel panggung. Rumah-rumah dari kayu nan kokoh ini, naik dari permukaan tanah sekitar 1-5 meter, dan umumnya dengan sepasang tangga di bagian depan sebagai akses utama. Model panggung memang mendukung kondisi tanah di sebagian negara kita yang dataran tinggi. Biasanya, area ‘kolong’ rumah ini dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan, dan ternak hewan, hingga tempat servis. Model panggung ini bisa ditiru buat kamu yang ingin membangun rumah di atas tanah berkontur (nggak rata) ataupun yang tinggal di daerah berpotensi banjir.

Atap Menjulang

www.kaskus.co.id

Rumah tradisional yang memiliki bentuk atap tinggi menjulang dan berlapis-lapis memang banyak, sebut saja Rumah Bagonjong Sumatra Barat, Rumah Bolon Batak Toba, hingga Rumah Tongkonan Tana Toraja. Salah satu faktor rumah jaman dahulu memiliki atap yang menjulang adalah karena iklimnya. Atap tinggi rata-rata dibuat sebagai upaya untuk meredam hawa panas dan angin yang masuk ke dalam rumah. Ada juga orang yang menganggap beratap tinggi mempunyai nilai historikal yang menyimbolkan perjuangan. Atap rumah tradisional ini rata-rata dibuat dari struktur kayu dan menggunakan penutup atap dari ijuk atau alang-alang. Nah, kalau kamu tertarik, kamu bisa mengaplikasikan bentuk atap ini di sebagian bidang atap saja. Atau dengan kata lain, hanya sebagai aksen.

Pendopo

www.gardenmatrial.com

Pendopo adalah bagian dari rumah adat yang bisa kamu temukan di beberapa daerah khususnya di Pulau Jawa. Seperti diketahui, pendopo letaknya di bagian depan (kayak ruang tamu) dan hanya tampak sederet tiang sebagai penyangga atap alias nggak punya dinding. Ini sebagai simbol pemilik rumah yang bersifat terbuka, ramah, dan nggak memilih-milih tamu. Prinsip hingga bentuk bangunan pendopo itu sendiri sudah sangat banyak ditemui di rumah-rumah modern sekarang ini. Ada yang menempel dengan bangunan induk, ada juga yang terpisah. Namun umumnya fungsinya tetap sama sebagai tempat berkumpul dan terima tamu.

Bangunan Majemuk

www.goodnewsfromindonesia.org

Rumah adat Provinsi Bali selain dikenal dengan bentuk dan detilnya yang menyerupai candi (khas tempat sembahyang umat Hindu), ada filosofi yang mendalam di baliknya. Rumah adat Bali memiliki bangunan majemuk atau terdiri dari beberapa bagian. Dalam satu pekarangan berbentuk persegi, berisikan beberapa bangunan kecil yang memiliki fungsi masing-masing. Yang pasti harus mencakup prinsip spiritual, manusiawi dan juga lingkungan. Dengan kata lain, ada bagian bangunan khusus untuk sembahyang, untuk tidur kepala keluarga, untuk menyimpan makanan, hingga untuk upacara dengan lingkungan setempat. Prinsip majemuk ini bisa kamu terapkan di rumah modern, apalagi jika lahan yang ingin dibangun cukup luas. Jadi pergerakan aktivitas di rumahmu juga jadi lebih dinamis.

Atap Menyentuh Tanah

fakirpromo.blogspot.com

Bangunan menarik lainnya yang khas dengan kebudayaan Indonesiaadalah Mbaru Niang rumah khas daerah Wae Rebo, dari Nusa Tenggara Timur. Bangunannya berbentuk menyerupai kerucut dan menjulur ke bawah, kemudian proporsi atapnya terlihat jauh lebih tinggi menjulang dibanding bagian badan bangunan itu sendiri. Padahal, di dalamnya ada ketinggian hingga 5 level, karena tinggi atap rumah ini adalah sama dengan diameter rumah. Semakin unik dan khas, karena belum lagi dengan bahan penutup atas terbuat dari alang-alang atau daun lontar kering. Meski rasanya sulit untuk menerapkan dalam bangunan utama, kamu bisa meniru bentuk rumah adat untuk mini gazebo di rumahmu.

BACA JUGA: Ide Dekor Kekinian Buat Acara Lamaran

Luar biasa uniknya bangunan khas tradisional negara kita. Sebagai bentuk upaya melestarikan nilai budaya, yuk kita coba terapkan di dalam bangunan rumahmu sendiri.

Categorised in: , ,

This post was written by Diona Ratrixia