• Home
  • >
  • Female
  • >
  • 5 Ide Susun Pakaian di Lemari Kecil agar Lebih Rapi

5 Ide Susun Pakaian di Lemari Kecil agar Lebih Rapi

Selain lebih gampang cari baju, 5 cara menyusun pakaian ini bikin lemari kecil jadi kelihatan lebih rapi dan tumpah saat dibuka.

Selain lebih gampang cari baju, 5 cara menyusun pakaian ini bikin lemari jadi kelihatan lebih rapi.

Hampir setiap pagi butuh waktu lebih dari 10 menit hanya untuk mencari blouse dan celana kerja? Lalu butuh waktu untuk membereskannya kembali di malam hari? Wah, itu bisa jadi salah satu tanda kalau lemari pakaianmu nggak terorganisir. Kamu harus mulai menatanya ulang, supaya lebih hemat waktu dan tenaga.

Sebelum memulai merapihkan, keluarkan dahulu seluruh isi-nya. Kamu harus mulai dengan memilahnya; mana yang disimpan, mana yang dibuang sayang, dan mana yang harus dipensiunkan. Kalau ingin lemari kelihatan lebih rapih, kamu memang harus sedikit tega dan berpikir efisien sama pakaianmu sendiri. Yang kira-kira sudah lebih dari 9 bulan nggak dipakai, saatnya masuk gudang atau kasih ke orang saja. Setelah kira-kira jumlah pakaian sudah sesuai dengan kapasitas lemari, susunlah pakaian dengan cara-cara berikut ini:

Berdasarkan Kategori

httpcf.ltkcdn.net

Cara satu ini mungkin paling gampang untuk diterapkan. Kamu tinggal tumpukkan sesuai dengan kategorinya; pakaian kerja, pakaian kasual buat pergi-pergi pas weekend, pakaian rumah, sampai pakaian olahraga. Jenis yang paling sering dipakai, bisa kamu taruh di tempat yang paling strategis dan gampang diambil. Pakaian yang jarang atau sesekali dipakai kaya gaun pesta, bisa di bagian paling bawah ataupun paling atas lemari saja. Ngomong-ngomong, berbagai model lemari pakaian yang pas buat kebutuhanmu, bisa dicek di sini lho!

Berdasarkan Warna

themocracy.com

Susun pakaian berdasarkan warna layaknya di toko juga bisa kamu coba. Apa pun kategori pakaiannya, coba tumpuk berdekatan untuk yang punya warna sama, atau pun yang serupa. Jadi bakal ada tumpukan pakaian berwarna hitam, putih, biru, dan mungkin bakal ada juga tumpukan warna khusus yang colorful. Percaya deh, cara ini bikin kamu lebih hemat waktu mencari pakaian dan bahkan untuk memilih buat di-mix and match.

Baca juga: 6 Panduan Super Mudah untuk Diaplikasikan saat Menata Kamar Tidur

Berdasarkan Umur

httpheartworkorg.com

Ada juga nih yang nyusun lemari pakaiannya berdasarkan umur pembelian atau kepemilikannya. Jadi bagian tengah lemari, untuk pakaian yang baru dan dibeli sampai kurun waktu 6 bulan yang lalu, bagian atas untuk baju-baju yang dibeli sekitar 6-12 bulan yang lampau, sementara bagian bawah buat baju-baju yang udah cukup lama dibeli, tapi masih sering kamu pakai. Cara ini bisa jadi “warning” juga, buat yang kamu yang hobi belanja. Semakin penuh bagian tengah, tandanya kamu sering kalap mata.

Metode Gulung

httpknittingboutique.com

Space kabinet di lemari kamu cukup kecil? Atau lemari pakaianmu kok kamu malah banyak lacinya? Tenang saja, kamu bisa pakai metode gulung untuk menghemat tempat. Yes benar, setelah memilah pakaian, kamu simpan dengan cara menggulung pakaian tersebut. Metode ini paling cocok untuk diterapkan buat kaos-kaos dan pakaian lain yang bahannya nggak terlalu tebal. Sementara, koleksi pakaian berbahan tebal, bisa kamu susun dengan cara konvensional saja.

Baca juga: Furnitur Beli Jadi VS Furnitur Bikin, Mana Lebih Efisien?

Metode Display

httpwww.beyonddesignchicago.com

Buat yang tak senang menyimpan banyak koleksi pakaian, kamu bisa juga mengandalkan lemari terbuka model gantung. Jadi kamu nggak perlu punya lemari pakaian khusus yang tertutup, tapi bisa dengan beberapa kayu ambalan untuk menggantung saja. Pakaian yang di-display, tentu yang keseharian dipakai, ditambah dengan baju-baju andalan buat akhir pekan. Sementara pakaian pesta atau yang seasonal, bisa disimpan dalam satu wadah khusus. Dengan cara ini, kamu hanya butuh hitungan detik buat mencari baju andalanmu!

Bagaimana, tertarik buat menerapkan yang mana? Yang pasti, sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kepribadianmu sendiri ya!

Categorised in: , ,

This post was written by Diona Ratrixia