• Home
  • >
  • Female
  • >
  • 5 Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Rumah Green Living

5 Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Rumah Green Living

Bukan sekedar berwarna hijau, konsep green living perlu untuk kamu ketahui maksud dibaliknya.

Menjelang atau pascamenikah, punya rumah sendiri pasti impian setiap pasangan. Memang semakin tahun harga properti semakin mahal. Makanya kamu harus jeli dan rajin hunting untuk bisa dapetin rumah yang cocok dengan bujetmu. Nah, belakangan ini baik properti besar ataupun yang skala kecil lagi marak meng-klaim bahwa rumah yang ditawarkan berkonsep green living. Buat pengetahuan kamu, yuk ketahui 5 hal aspek green living yang berhubungan sama rumah tinggal itu sendiri. Karena green living itu, bukan sekedar warna fisik bangunannya yang hijau.

BACA JUGA: Dekor Kekinian Buat Acara Lamaran

Banyak Bukaan

F

Hemat energi dalam bangunan bisa diartikan rumahnya ada ventilasi silang udara. Ventilasi silang udara bisa terjadi kalau rumahnya cukup bidang bukaan (seperti pintu dan jendela). Rumah nggak akan sumpek kalau sirkulasi udaranya bagus, udah gitu jendela membuat sinar cahaya menerawang masuk ke dalam. Rumah puh lebih hemat dalam penggunaan lampu. Jadi, sebelum beli rumah, pastikan setiap ruang memiliki bukaan atau akses dengan bagian luar.

Nggak Banyak Sekat

www.youtube.com

Sebelum beli, perhatikan denahnya atau liat maket (model contoh) bangunannya baik-baik ya. Rumah yang nggak terlalu banyak sekat tentu sebuah keuntungan, karena ruang jadi lebih kelihatan lapang. Layout yang nggak banyak sekat juga bikin kita nggak perlu pakai banyak pendingin ruang dan titik lampu. Jadinya rumah pun lebih efisien secara energi listrik.

Teliti Sisi Samping

www.laurenberry.co.uk

Tanyalah sampai detil ke si penjual properti, termasuk soal dinding bangunan (karena memang hal ini nggak kelihatan mata). Biar murah, properti sekarang banyak yang mengakali dengan membangun dinding di bagian yang menempel dengan tetangga, hanya dengan satu lapis saja (nggak double). Hal ini yang bikin permukaan dinding gampang retak. Jadinya, kalau rumah yang bakal kamu beli sisi-sisi sampingnya nggak saling menempel dengan tetangga, itu keuntungan buatmu. Dinding bangunan lebih awet dan nggak mudah rusak kalau tetanggamu renovasi.

Material Ramah Lingkungan

www.home-designing.com

Pengertian ramah linkungan memang luas, jadi bisa dimulai dari penggunaan material yang nggak menimbulkan zat berbahaya bagi lingkungan (asbes salah satu yang tak baik untuk kesehatan), yang membuat kita dekat dengan alam (batu bata, kayu), hingga bahan yang nggak tersedia setempat atau bukan yang perlu dikirim dari jari jarak jauh atau harus diimpor. Namun secara menyeluruh, bahan semen, keramik, batu bata, aluminium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama yang biasa dipakai, sudah berperan penting dalam mewujudkan konsep bangunan yang ramah lingkungan kok!

Punya Penghijauan

desaincantik.com

Sekalipun kecil, keberadaan taman itu penting banget di setiap rumah. Buat area resapan air, buat sumber udara segara dan tentunya buat nambah estetika. Taman juga bisa dimanfaatin buat spot main kalau kamu sudah punya si kecil. Selain itu, perlu juga loh memastikan kalau di kompleks perumahan atau cluster dimana calon rumahmu berada, punya taman atau minimal area penghijauan yang memadai juga. Secara psikis, taman bersama bikin penghuninya jadi ngerasa lebih “adem”.

BACA JUGA: 3 Tempat Belanja Batik Yang Nggak Bikin Kantong Bolong

Bagaimana, sudah terbayang kan? Jadi mulai sekarang kamu bisa lebih mengetahui makna dari konsep green living itu sendiri. Selamat berburu rumah!

Categorised in: , ,

This post was written by Diona Ratrixia