• Home
  • >
  • Buzz
  • >
  • Profesi Jastip Lagi Hits, Cocok buat Para Shopaholic

Profesi Jastip Lagi Hits, Cocok buat Para Shopaholic

Dengan munculnya profesi baru, jastip, belanja jadi makin nggak berbatas.

Kalau kamu rajin buka socmed, pasti profesi Jastip bertebaran, terutama keperluan ibu dan anak. Apa, sih sebenarnya jastip itu?

Baca Juga: Trik Cerdas Belanja Online Keperluan Bayi

Jastip adalah kependekan dari jasa titip. Nah, jasa ini menyediakan service membelikan sesuatu ketika orang yang mengemban predikat jastip sedang bepergian ke suatu tempat. Jastip biasanya punya akun di Instagram atau punya komunitas Whatsapp Group yang gunanya buat berbagi info barang-barang apa saja yang bisa ditip beli.

Image1ByPexels

Metodenya macam-macam. Ada yang live di Instagram saat tiba di suatu toko atau biasanya outlet store, atau posting di Instastory pengumuman dan barang-barang yang bisa dipesan. Setelah itu para calon peminat bisa pesan, karena si pemilik jasa jastip akan mendata untuk kemudian kembali ke toko tsb selang beberapa hari dengan membawa data pesanan.

Yuk, dengar cerita para penyandang predikat Jastip dan para pelanggan Jastip.

Dea Ratna, karyawan di media lifestyle

DeaJastip

“Saya mulai jadi jastip nggak sengaja, karena awalnya saya yang hobi banget belanja ini memang punya online shop baju-baju yang saya beli di Bangkok, Hongkong, dan Korea. Karena sering bepergian sendiri buat belanja stok, jadi saya pikir sekalian aja saya buka jasa jastip di akun socmed butik online saya. Ternyata sambutannya lumayan, jadi ya sekarang kalau travelling ke luar negri, saya sekalian buka jasa jastip.

Nah, biasanya barang yang saya buka jastip, sesuai sama interest saya, seperti beauty products, tas, sepatu, dan dompet. Karena setiap kali trevelling saya pasti hunting benda-benda itu. Dan sampai saat ini saya hanya menawarkan jasa jastip buat benda-benda branded yang range harganya masih menengah. Makanya saya masih aman dari masalah bea cukai.

Ongkos jasa yang saya kenakan ke para penitip biasanya proporsional, sekitar 10-15% dari harga barang. Tapi biar nggak ribet, saat mau nitip, saya minta mereka transfer full sejumlah harga barang.

Yang seru, waktu akhir Maret lalu ke Jepang, saya coba bikin Whatsapp Group live shopping. Ternyata lebih simple. Next-nya saya akan pakai format ini.”

Dyandra, karyawan bank

Image2ByPexels

 

“Saya termasuk penggemar jasa jastip, karena menurut saya jasa ini sangat memudahkan hidup. Plus lebih murah dibanding belaja langsung ke luar negri atau belanja di e-commerce internasional, yang suka diribetkan dengan ongkir mahal atau barang ditahan bea cukai.

Biasanya saya suka follow akun-akun di Instagram yang sering buka jasa jastip, saya telusuri akun Instagramnya. Jika kelihatan terpercaya, nggak ada complain, dan benda-benda yang ditawarkan keren, maka saya nggak ragu buat pakai jasa mereka. Biasa saya jastip fashion items, skin care, sepatu, dan cemilan.

Justru saya nggak telaten mengikuti InstaLive yang menyajikan barang-barang yang bisa di jastip-in. Saya lebih suka melihat posting-annya di akun. Nggak masalah dalam bentuk Insta story atau posting feed biasa.

Nah, bicara soal belanja di luar negri, kalau lagi travelling dan berencana shopping, baca panduan ini. Tapi, kalau soal barang kebutuhan sehari-hari, biar nggak repot belanja aja di Mataharimall.com yang punya tampilan baru, bebas ribet.

Categorised in: ,

This post was written by Kak Moza