Ade Putri Paramadita, Sang Food Story Teller

Gabungan personaliti dan profesi yang unik. Nggak heran followers-nya pun banyak banget.

Dunia kuliner selalu menggiurkan. Nggak cuma karena dekat sama makanan enak, tapi juga bisa menyiptakan profesi seru, seperti yang digeluti Ade Putri Paramadita, yang mengawali kariernya dengan jadi juru cicip di katering sang ibu. Jangan lewatkan obrolan seru sama wanita yang juga aktif olahraga crossfit ini.

Profesi Anda unik sekali. Bagaimana mendeskripsikan profesi Anda sebagai seorang story teller?

Ada banyak hal tentang makanan yang dapat diceritakan. Yang umum adalah tentang rasa dan penampilan. Yang lebih spesifik, bisa mengenai bahan-bahan yang digunakan, asal usul sajiannya, serta proses pembuatannya. Ini yang saya lakukan; menceritakan makanan, ke publik. Kalau tahu tentang cerita di belakang pembuatan makanan yang Anda santap, percaya deh, experience makannya pasti jadi lebih seru dan nikmat!

Apa, sih modal dan untungnya jadi seorang food story teller?

Modalnya dua, passion dan kemampuan bertutur. Keuntungan terbesar buat saya mungkin justru nggak terlihat oleh orang lain, yaitu kepercayaan orang terhadap kredibilitas saya menyeritakan sebuah sajian. Senang banget karena banyak orang yang jadi menyicipi sebuah masakan, pergi ke sebuah kedai, atau sampai belajar masak sebuah resep, bermodalkan sesuatu yang saya ceritakan.

Rencana lain yang ingin segera diwujudkan?

Selain food story teller, saya juga food stylist. Pekerjaan sampingan saya adalah mempercantik hidangan, untuk foto menu restoran – misalnya. Nah, sekarang saya sedang belajar sketching. Pengennya sih jadi sketcher yang spesialisasinya gambar makanan saja.

Rekomendasi jajanan kekinian yang menurut Anda harus banget dicoba?

– Cumi goreng tepung big size

– Croquant Choux puff pastry

– Mochi ice cream

– Soft serve ice cream on corn cob

– Mango desserts

Nah, kalau perut jadi buncit karena kekenyangan ngemil jajanan kekinian, kamu harus pintar pilih fashion item yang pas. Tapi ingat, ada 5 model atasan yang jangan dipakai kalau kamu mau wisata kuliner.

Categorised in: ,

This post was written by Kak Moza